Jakarta Pusat

Wajib Militer Belum Diperlukan di Indonesia

Oleh: Admin Rabu 19 Jun 2019, 13:41 WIB
Komando Pasukan Katak (kopaska) TNI-AL dan Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir melakukan parameter tempur ketika simulasi pembebasan sandera saat upacara peringatan Hari Penerbangan Angkatan Laut di Apron Hanggar Lanudal Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (17/6/2019). HUT Penerbangan TNI AL ke-63 Tahun tersebut bertema

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan pemerintah untuk sementara ini belum perlu menerapkan wajib militer karena Indonesia tidak sedang atau akan berperang.

"Kita 'kan belum mau perang. 'Mindset' (cara berpikir) Pancasila dulu yang disiapkan," kata Ryamizard sebelum mengikuti rapat kerja tertutup dengan Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Menurut Ryamizard, saat ini yang paling penting adalah menanamkan ideologi Pancasila kepada masyarakat melalui program bela negara.

AYO BACA : Tuduhan Ketidaknetralan TNI-Polri Dinilai Tendensius

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu menambahkan Pancasila merupakan simbol yang mempersatukan bangsa dan negara.

Pancasila, lanjut dia, juga menjadi benteng agar masyarakat tidak terpengaruh dengan paham lain yang tidak sesuai dengan Indonesia.

"Bagaimana 'mindset' kita ini tidak diubah oleh khilafah, mendirikan negara Islam. Tetap Pancasila. Itu paling penting. Kalau kita wajib militer, tapi ini (kepala) tidak diisi, berubah, itu yang bahaya," katanya.

AYO BACA : Chairawan: Jangan Sebut-sebut yang Sudah Tidak Ada

Ryamizard juga meminta bagi siapa pun yang tidak menginginkan Pancasila untuk keluar dari Indonesia.

"Yang tidak suka Pancasila, saya bilang dari dulu, keluar dari negara, jangan indekos terus," ucapnya.

Wacana wajib militer kembali mengemuka setelah sebelumnya anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna mengusulkan program tersebut.

Usulan itu disampaikan usai menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan Kemhan tahun 2018 oleh BPK di Kantor Kemhan, Jakarta, Senin (17/6/2019).

"Jadi kami mengusulkan agar kita mulai menerapkan wajib militer sebagaimana semua negara maju yang ada di dunia," katanya.

AYO BACA : Para Purnawirawan Hadiri Halal Bihalal Panglima TNI

Reporter Admin
Editor Rizma Riyandi