AYOJAKARTA.COM - Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A yang menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kota kini tengah berlangsung dengan progres mencapai 49,99% per Juni 2025.
Proyek ambisius ini akan memperluas layanan MRT dari koridor utara-selatan menjadi sistem transportasi yang lebih komprehensif, dengan total panjang jalur 5,8 kilometer dan 7 stasiun bawah tanah.
Fase 2A merupakan bagian dari rencana besar Fase 2 yang terdiri dari dua tahap pembangunan, dimana Fase 2B nantinya akan melanjutkan dari Stasiun Kota menuju Stasiun Ancol Marina sepanjang 5,2 kilometer.
Baca Juga: Bantuan Penebalan Bansos Rp400.000 Mulai Cair Merata per 8 Juli, Cek Status KKS Kamu!
Target operasional untuk Segmen 1 (Bundaran HI-Monas) dijadwalkan pada 2027, sedangkan Segmen 2 (Harmoni-Kota) akan beroperasi pada 2029.
Dalam rangka mendukung kelancaran pembangunan, manajemen MRT Jakarta telah menerapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas yang berdampak signifikan pada mobilitas warga Jakarta. Titik-titik rekayasa lalu lintas meliputi:
- Penyempitan lajur di Jl. M.H Thamrin dari dan menuju Jl. Budi Kemuliaan pada pukul 22.00-04.00 WIB;
- Penyesuaian jalur di Jl. M.H. Thamrin dari depan Gedung Menara Thamrin hingga Gedung Kementerian ESDM dan dari Gedung Sinarmas hingga Hotel Sari Pacific.
Sementara itu, penutupan akses telah diberlakukan di beberapa ruas jalan strategis:
Baca Juga: 7 HP 2 Jutaan dengan Baterai 6000 mAh dan Wireless Charging, Mana Pilihan Terbaik?
- Jl. Museum menuju Jl. Medan Merdeka Barat hingga Juli 2025 dengan akses dialihkan via Jl. Abdul Muis, Jl. Tanah Abang Timur, dan Jl. Budi Kemuliaan;
- Jl. Gajah Mada dari Area Duta Merlin sampai Jl. Hasyim Ashari hingga Oktober 2026 dengan akses ke Jl. Hasyim Ashari dialihkan via contraflow Jl. Hayam Wuruk;
- Jl. Pembangunan 1 hingga Oktober 2029 dengan akses dialihkan via Jl. Alaydrus.
Masyarakat Jakarta diimbau untuk senantiasa memperhatikan rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan selama pemberlakuan rekayasa lalu lintas ini.
Penutupan akses juga berlaku untuk Jl. Hayam Wuruk hingga 12 Maret 2026 dengan satu jalur tersedia untuk akses LTC Glodok dan Pasar HWI, serta Jl. Pintu Besar Selatan yang hanya dapat dilalui oleh TransJakarta, penghuni, dan konsumen dengan akses dari arah Harmoni menuju Pesing dan Kota melalui Jl. Pancoran dan Jl. Pintu Kecil.
Manajemen MRT Jakarta mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kesabaran seluruh warga Jakarta, serta memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses pembangunan berlangsung.
Kerja sama dan pengertian masyarakat menjadi kunci kesuksesan proyek strategis ini yang nantinya akan memberikan manfaat jangka panjang bagi sistem transportasi publik Jakarta yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.***