AYOJAKARTA.COM – Akibat peningkatan curah hujan yang terjadi sejak Minggu sore, membuat wilayah di Jabodetabek mengalami Banjir.
Selain terjadi di Bogor, Jawa Barat, Banjir juga merendam sejumlah kawasan perumahan serta melumpuhkan sejumlah ruas jalan di Jakarta, Bekasi, Depok serta Tangerang.
Disamping intensitas curah hujan, Banjir di sejumlah wilayah Jakarta juga disebabkan karena adanya peningkatan debit air di Bendungan Katulampa, Bogor.
Sebelumnya pada Sabtu sore, ketinggian air di Bendungan Katulampa sempat mencapai angka 140 centimeter atau Siaga Tiga.
Akibat curah hujan yang merata di wilayah Jabodetabek serta adanya debit air kiriman, hal tersebut berdampak langsung pada sejumlah lokasi jalan serta hunian di Jakarta.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah, tercatat sebanyak 141 area Rukun Tetangga di Jakarta yang terdampak banjir.
Usai terjadi penurunan ketinggian muka air sehingga menjadi 70 centimeter pada Minggu sore, status Bendungan Katulampa, Bogor kembali dinyatakan normal.
Baca Juga: Akhirnya Cair! Bantuan Penebalan BPNT Rp400.000 Merata di Bank BNI Hari Ini
Sebagai akibat dari terjadinya banjir di sejumlah wilayah Jakarta, tagar atau tanda pagar KemanaPram sempat menjadi trending di sejumlah platform media sosial.
Melalui tagar tersebut, masyarakat pengguna media sosial ramai mempertanyakan peran serta dan komitmen Gubernur Jakarta dalam menanggulangi banjir.
Sempat tergenang air sejak Sabtu malam, pada Senin pagi 7 Juli 2025 BPBD mencatat telah terjadi penyusutan jumlah wilayah yang terendam banjir.
Dari sebanyak 141 lokasi di Jakarta yang mengalami kebanjiran, BPBD mencatat jumlah lokasi banjir telah berkurang menjadi sebanyak 91 titik dan semakin mengecil.
Meski sempat terjadi penurunan status dari Siaga menjadi Normal, Pemerintah Provinsi Jakarta tetap menghimbau agar warga tetap bersikap waspada.
Himbauan tersebut, selain bentuk langkah antisipasi juga untuk mewaspadai potensi terjadinya peningkatan curah hujan yang masih belum secara mutlak dapat dipastikan.
Terkait dengan potensi perubahan cuaca yang masih bersifat prediktif atau dapat berubah sewaktu-waktu, Kepa BMKG sempat memberikan pernyataan.
Menurut Dwikorita Karnawati, penyebab terjadinya banjir di sejumlah wilayah Jabodetabek merupakan dampak terjadinya Cuaca Ekstrim.
Dalam siaran pers yang dilakukan secara daring, Dwikorita menyebut hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah Bogor, Jakarta, Tangerang serta Bekasi.
Akibat tingginya curah hujan dengan intensitas sangat lebat atau ekstrim yang mencapai 150 milimeter per hari, berdampak terjadinya Banjir, Tanah Longsor serta Pohon Tumbang.
Dalam keterangannya tersebut, Kepala BMKG menghimbau seluruh warga di Jabodetabek untuk lebih waspada karena potensi hujan ekstrim masih sangat berpotensi akan terjadi.
“Jakarta akan mengalami hujan, tetapi tidak se-ekstrim yang terjadi di Puncak,” jelasnya dikutip Ayojakarta dari kanal Youtube Metro TV. ***
Baca Juga: Respons Cepat Pemprov DKI Jakarta Tangani Banjir yang Rendam 91 RT di 4 Wilayah Kota