Jakarta Pusat

Resmi! Halte Transjakarta Senen Kini Berubah Nama Jadi Jaga Jakarta, Ini Alasannya

Oleh: Katarina Erlita Minggu 07 Sep 2025, 23:26 WIB
Halte Transjakarta Senen (Sumber: beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Jakarta kembali menghadirkan wajah baru dalam sektor transportasi publiknya. Halte Transjakarta Senen Sentral, yang sempat luluh lantak akibat aksi unjuk rasa anarkis pada 29 Agustus 2025, kini resmi berganti nama menjadi Halte Jaga Jakarta.

Peresmian berlangsung pada Senin, 8 September 2025 dan dipimpin langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Perubahan nama halte ini tak hanya sekadar pergantian identitas, melainkan simbol semangat ketahanan kota sekaligus pengingat agar perusakan fasilitas umum tidak terulang kembali.

Baca Juga: Timnas Indonesia U23 Gagal Lolos ke Piala Asia 2026, Bagaimana Nasibnya Selanjutnya

Meski detail konsep baru halte tersebut belum dijelaskan secara gamblang oleh Kepala Biro Tata Kota, Nirwono, pemerintah menekankan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya menjaga keberlanjutan transportasi publik yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Dalam momen peresmian, Pemprov DKI juga meluncurkan armada bus listrik, sebagai langkah nyata menuju transportasi yang lebih hijau.

Sebelumnya, gladi bersih dilakukan oleh Nirwono bersama Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, pada Minggu, 7 September 2025.

Halte Senen Sentral menjadi salah satu fasilitas publik yang mengalami kerusakan terparah. Tak hanya terbakar, halte tersebut juga dijarah, sehingga membutuhkan perbaikan total.

Baca Juga: Salsa Erwina Hutagalung Jawab Feedback dari Bennix Soal Tuntutan yang Masih Dangkal dan Kurang Nampol Buat Mengubah Sistem

Menurut data Pemprov DKI, ada 22 halte Transjakarta yang rusak akibat demo ricuh, dengan rincian: 6 halte terbakar dan dijarah, serta 16 halte lainnya mengalami vandalisme. Bahkan, satu pintu tol ikut terdampak.

Sebagai langkah cepat, perbaikan dimulai sejak 30 Agustus 2025 dan ditargetkan rampung paling lambat 9 September 2025.

Gubernur Pramono menegaskan bahwa seluruh fasum, khususnya transportasi publik seperti halte Transjakarta dan Stasiun MRT, menjadi prioritas utama pemulihan.

Kerugian akibat perusakan fasilitas ini ditaksir mencapai Rp80 miliar, lebih tinggi dari estimasi awal Rp55 miliar.

Baca Juga: Oppo Reno 14 Pro 5G Dibandrol Seharga Rp11 Juta, Kemahalan Atau Setara dengan Fitur Canggih yang Dimilikinya?

Untuk mempercepat proses perbaikan, Pemprov DKI menjalin kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Menteri PU, Dody Hanggodo, bahkan sudah menemui Gubernur Pramono pada 2 September 2025 untuk membahas percepatan perbaikan.

Dody memastikan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah pusat siap bergotong royong membantu Pemprov DKI, termasuk dalam memperbaiki dua JPO yang turut rusak.

Dengan hadirnya Halte Jaga Jakarta, pemerintah berharap fasilitas publik tidak hanya sekadar menjadi sarana mobilitas warga, tetapi juga simbol kesadaran kolektif bahwa menjaga kota adalah tanggung jawab bersama.***

Baca Juga: Menag Sampaikan Empati dan Doa Saat Jenguk Korban Robohnya Majelis Taklim di Bogor

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita