Jakarta Selatan

Polisi Gerebek Apartemen Kalibata Bongkar Praktek Prostitusi: Korban Siswi SD Dijual Lewat Aplikasi Pertemanan

Oleh: Redaksi Kamis 30 Des 2021, 07:30 WIB
Ilustrasi prostitusi.

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM—Sebuah kamar di Apartemen Kalibata Jakarta Selatan digerebek polisi lantaran diduga menjadi lokasi praktek prostitusi anak, Sabtu (25/12/2/2021).

Seorang muncikari berinsial RB (19) ditangkap dan polisi mengevakuasi seorang pelajar sekolah dasar (SD) berinsial EN (13) yang diduga dijual pelaku untuk dijajakan ke pria hidung belang.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit mengatakan peristiwa ini bermula ketika Polsek Makasar Jakarta Timur menerima laporan dari orang tua EN bahwa putrinya hilang dari rumah sejak Selasa (21/12).

Baca Juga: Tak Bayar PSK Sesuai Tarif, Pria Ditusuk hingga Tewas di Matraman

"Keluarga itu melaporkan adanya kehilangan korban tersebut di Polsek Makasar. Kemudian pada saat dalam proses penyelidikan ternyata informasi bahwa korban itu ada di Apartemen Kalibata," kata Ridwan, Rabu (29/12).

Melansir SuaraJakarta.id-jaringan Ayojakarta.com, Kamis (301/12), berdasarkan temuan tersebut, Polres Jakarta Selatan melakukan penyelidikan dan pengintaian di salah satu kamar di apartemen tempat EN tinggal.

Polisi pun akhirnya menggeledah salah satu kamar tersebut pada Sabtu (25/12). Terang saja, polisi mendapati EN sedang bersama dengan pelaku RB.

Baca Juga: Dua Remaja di Bogor Jadi Mucikari, Pekerjakan PSK di Bawah Umur

Bukan hanya EN, lanjut Ridwan, polisi juga mendapati tiga perempuan lain yang diduga dijadikan pekerja seks komersial (PSK).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, keduanya sudah tinggal beberapa hari di sana dan RB juga sempat menjual EN kepada pria hidung belang lain melalui aplikasi MiChat.

"Dia menjual korban ke dua orang untuk melakukan hubungan terlarang di Apartemen Kalibata, milik pelaku," ungkap Ridwan.

Baca Juga: Pasok PSK di Bawah Umur ke Pedofil Russ Medlin, A Dapat Uang Rp20 Juta

Kini polisi masih menyelidiki siapa saja pihak yang terlibat dalam praktek prostitusi anak ini. Diduga ada korban lain selain EN.

"Saat ini kasusnya dilimpahkan ke kami, kita sedang selidiki," ungkap dia.

Reporter Redaksi
Editor Rahajeng Pramesi