Jakarta Selatan

Sudah Tiga Kali Harian Covid-19 di DKI Jakarta Melebihi 1.000 Kasus

Oleh: Admin Rabu 02 Sep 2020, 21:11 WIB
ilustrasi wabah vius corona/ shutterstock

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Hari ini, Rabu (02/9/2020), Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali mencatat penambahan harian Covid-19 di atas angka 1.000 kasus. Penambahan hari ini sebesar 1.053 kasus positif Covid-19. 

Berdasar penambahan tersebut, menjadikan total positif Covid-19 di DKI mencapai 42.303 kasus. Angka tersebut termasuk 31.741 kasus sembuh serta 1.237 kasus meninggal dunia. Sehingga, ada 9.325 kasus aktif di DKI yang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri.

Dari data yang dihimpun Ayojakarta, penambahan 1.029 kasus yang dikonfirmasi hari ini merupakan rekor harian tertinggi ketiga di DKI Jakarta. Rekor harian tertinggi di DKI terjadi pada 30 Agustus 2020 yaitu 1.114 kasus.

Namun sebagai catatan, dari 1.053 kasus positif yang dikonfirmasi hari ini, sebanyak 202 kasus merupakan data di hari sebelumnya yang baru dilaporkan hari ini.

Jika dilihat dari grafik yang ditayangkan corona.jakarta.go.id, selama bulan Agustus 2020, DKI Jakarta memiliki peningkatan kasus Covid-19 yang cukup signifikan. Pada 14 Agustus hingga 20 Agustus, wilayah DKI mencatat positif harian Covid-19 melebihi angka 500 kasus.

Lalu pada 21 Agustus hingga 25 Agustus, peningkatan terus terjadi. Di tanggal tersebut, DKI mencatat harian Covid-19 melebihi 600 kasus. Kemudian pada 26 Agustus, Dinkes DKI mencatat ada 711 kasus positif.

AYO BACA : UPDATE KASUS COVID-19 HARIAN: Nasional Kembali di Atas 3.000-an

Tiga hari setelah 26 Agustus, DKI mencatatkan harian Covid-19 melebihi 800 kasus positif. Saat ini, terhitung dari 30 Agustus, DKI Jakarta sudah tidak lagi mencatatkan ratusan kasus positif per harinya, namun sudah mencapai ribuan kasus harian.

Dari grafik yang ditayangkan corona.jakarta.go.id, rincian penambahan kasus harian Covid-19 di DKI selama enam hari ke belakang sebagai berikut:

28 Agustus: 816 kasus

29 Agustus: 888 kasus

30 Agustus: 1.114 kasus

31 Agustus: 1.029 kasus

AYO BACA : 51 Tahun Warteg Warmo di Jaksel Tetap Eksis, Tak Redup di Tengah Persaingan Dinasti Warteg Modern

1 September: 941 kasus

2 September 1.053 kasus

Hari ini, Dinkes DKI sudah memeriksa 5.672 orang dengan tes Polymerase chain reaction (PCR). Dinkes juga memeriksa spesimen PCR pada hari ini sebanyak 7.003 spesimen.

Untuk total jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir di DKI mencapai 55.641 orang dengan persentase kasus positif sepekan terakhir sebesar 11,2%.

Sebelumnya, jumlah kasus aktif di Indonesia masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata dunia, dilihat per 1 September 2020. Di Indonesia jumlahnya 42.009 kasus dengan persentase 23,7%, sementara rata-rata dunia berada di angka 26,6%.

Hal yang sama juga terdapat pada tingkat kesembuhan yang mencapai 128.057 kasus atau 72,1%. Angka ini lebih baik dan masih diatas rata-rata dunia sebesar 69,97%. Tingkat kesembuhan daerah dengan persentase kesembuhan tertinggi berada di Sulawesi Tengah (90,78%), Kep. Bangka Belitung (90,79%), Nusa Tenggara Timur (88,14%), Gorontalo (86,87%) dan Bali (85,76%).

“Persentase kesembuhan terendah yang pertama Aceh (15,38%), Jambi (49,34%), Bengkulu (53,06%), Riau (55,49%) dan Jawa Barat (55,81%). Ini (kesembuhan) harus ditingkatkan," ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, saat jumpa pers di Kantor Presiden, Selasa 1 September 2020.

AYO BACA : Tingkatkan Kapasitas RS di Jakarta, Pemprov DKI Rekrut 1.800 Nakes

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati