TEBET, AYOJAKARTA.COM – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjanjikan akan dibuka pembelajaran dengan tatap muka di 257 kecamatan yang termasuk zona hijau.
Hal itu dia sampaikan melalui akun Twitter resminya, @ridwankamil, pada Rabu 29 Juli 2020, dalam kicauan berseri.
Kang Emil, begitu Gubernur Ridwan Kamil biasa dipanggil, menekanan tentang zona hijau sebagai kawasan yang tidak pernah ada kasus positif Covid-19 dari sejak awal diumumkannya pasien pertama oleh pemerintah sampai dengan sekarang.
Selain zona hijau, ketentuan lain yang ditetapkan Pemprov Jabar adalah pembelajaran tatap muka dilakukan bertahap dan dengan menerapkan protokol Kesehatan.
“PENDIDIKAN DIBUKA DI 257 KECAMATAN ZONA HIJAU (tidak pernah ada kasus covid dari dulu sampai sekarang). Di gambar adalah zona yang tidak berwarna.
AYO BACA : ANAK PANCONG: Mukadimah (1)
DI ZONA HIJAU ini diizinkan untuk memulai pembukaan pendidikan tatap muka dengan bertahap dan pemberlakukan protokol covid.”
Demikian kicauan pertama @ridwankamil dengan menyertakan peta penyebaran kasus Covid-19 per kecamatan di Jawa Barat sampai dengan 24 Juli 2020.
“Secepat-cepatnya Senin depan jika semua syarat protokol kesehatan terpenuhi. Dimulai dulu level SMA/K lalu evaluasi, jika aman 2 minggu kemudian level SMP dibuka. Jika aman lanjut baru bisa SD/TK. Siswa yg domisili di zona non hijau blm diizinkan bersekolah di sekolah zona hijau.”
“Para Kepala Sekolah, Guru dan Orang Tua silakan berkoordinasi dengan kantor Dinas Pendidikan di Kota/Kabupaten masing-masing apakah kecamatannya sudah zona hijau atau belum. Semoga informasi ini bermanfaat.”
Lalu bagaimana dengan DKI Jakarta?
Tampaknya Pemprov DKI belum akan membuka sistem belajar dengan tatap muka dalam waktu dekat. Masalah tersebut memang memunculkan polemik di warga DKI. Ada yang berkeinginan sekolah segera dibuka, ada yang memandang proses belajar mengajar bisa dilakukan kalau pandemi Covid-19 memang sudah mereda.
AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Kuburan di Depan Rumah & Cerita Tentang Drakula
Wakil Gubernur DKI A. Riza Patria mengatakan dengan tingginya kasus Covid-19 di Jakarta, Pemprov DKI memutuskan untuk belum membuka sekolah dan proses belajar mengajar dilakukan melalui sistem daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Hal itu disampaikan Bang Riza, begitu Wagub DKI itu sering disebut, ketika memberi sambutan secara online pada pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (Matsama) dari rumah dinasnya di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (13 Juli 2020).
Riza menyampaikan kegiatan belajar mengajar di Jakarta nantinya dibuka secara bertahap. “Mudah-mudahan kebijakan yang diambil ini baik. Nanti pada saatnya ketika sudah pasti aman, baru sekolah akan kami buka,” ujar Bang Riza ketika itu.
Terkait dengan PJJ, Pemprov DKI tengah melakukan pembicaraan intensif dengan penyedia layanan telekomunikasi untuk pengadaan paket Internet khusus pelajar di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan paket Internet khusus tersebut untuk mengurangi beban ekonomi orang tua murid.
Anies menyebutkan pengeluaran keluarga untuk membeli kuota Internet cukup besar sehingga perlu ada bantuan karena anak-anak belajar secara online atau daring selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.
“Kendala paling banyak dirasakan oleh masyarakat adalah soal kuota Internet atau konektivitas. Nah Pemprov DKI sedang dalam proses pembahasan, mudah-mudahan sebentar lagi final, dengan provider untuk memberikan paket khusus bagi pembelajaran, sehingga anak-anak kita bisa belajar dan tidak menjadi beban ekstra bagi keluarga. Itu sedang kita bicarakan,” kata Anies pada Sabtu (25 Juli 2020).
Anies tidak menyebutkan provider mana yang akan bekerja sama dengan Pemprov DKI untuk memberikan paket khusus tersebut. Namun, saat ini negosiasi sudah masuk tahap mengenai teknis pelaksanaan. Anies akan mengumumkan publik jika prosesnya rampung.
AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Belajar dari Gus Baha dan Anak Tongkrongan