JAGAKARSA, AYOJAKARTA.COM -- Kelurahan Lenteng Agung mengisolasi empat orang asal Tegal, Jawa Tengah, yang keluar dan masuk DKI Jakarta tanpa surat izin keluar masuk (SIKM).
Sebelumnya keempat orang itu sempat mudik ke kampung halaman mereka dan lolos masuk kembali ke Jakarta mengunakan motor. Di Jakarta, mereka sehari-hari berprofesi sebagai penjual nasi goreng.
"Konfirmasinya (mudik dan kembali ke Jakarta) naik motor. Kan tahu sendiri jalur tikusnya banyak. Sebelum Lebaran saya minta RT dan RW mencatat warganya yang sudah mudik dan akan mudik," kata Lurah Lenteng Agung, Bayu Pasca Soengkono, diberitakan Sudin Komunikasi, Informasi dan Statistik Jakarta Selatan.
AYO BACA : Setelah 7 Juni, Pemeriksaan SIKM Ditarik Mundur ke Perbatasan Jakarta dengan Bodetabek
Para pemudik itu tiba kembali di rumah kontrakannya pada Rabu (27/5/2020). Aparat kelurahan mendatangi mereka dan mengetahui bahwa mereka tidak memiliki SIKM.
Selain itu, karena keempat pemudik tersebut mengalami kesulitan ekonomi maka pihak Kelurahan bersama RT dan RW membantu membiayai makanan mereka sehari-hari selama masa karantina.
"Dia orang tidak mampu, boro-boro rapid test apalagi swab. Ke Jakarta saja modal uang Rp 500 ribu. Saya bicara dengan pengurus RT, RW dan pengurus kontrakan, kami bantu untuk makan sehari-harinya. Sesuai arahan Pak Wali Kota, RT-RW dan Kelurahan itu benteng terakhir," jelas Bayu.
Kontrakan yang dihuni para tukang nasi goreng itu juga dipasangi stiker khusus sebagai penanda bagi warga sekitar bahwa para penghuni sedang menjalani karantina mandiri selama 14 hari.
AYO BACA : Cek di Sini, 14 Lokasi Pos Pemeriksaan SIKM di Jakarta Selatan