PONDOK LABU, AYOJAKARTA.COM - Penertiban Pasar Pondok Labu Cilandak, Jakarta Selatan berujung ricuh antara pedagang dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Minggu (10/5/2020). Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat pedagang baku hantam dengan petugas diiringi suara teriakan para pedagang perempuan.
Video berdurasi 17 detik itu juga memperlihatkan petugas menyeret pedagang hingga terjatuh. Para petugas mengenakan baju oranye lengan panjang serta ada petugas yang mengenakan seragam berwarna cokelat.
Menanggapi hal itu, Kepala Satpol PP Jakarta Selatan, Ujang Harmawan, membantah terjadi kericuhan saat pihaknya melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Pondok Labu, Jaksel.
AYO BACA : Berkerumun Saat Penutupan Gerai McDonald's Sarinah, Satpol PP Klaim Tak Ada ODP
Hal ini disampaikan Ujang saat menanggapi video penertiban PKL oleh petugas Satpol PP Jakarta Selatan berlangsung ricuh viral di media sosial.
Ujang mengatakan penertiban tersebut bagian dari upaya menciptakan ketertiban umum dan penegakan aturan.
"Bukan gimana-mana, namanya juga penertiban. Kita mengamankan supaya orang enggak ribut saja," kata Ujang.
AYO BACA : Kerumunan di McDonald's Sarinah, Warganet Khawatirkan Klaster Baru
Meski demikian, Ujang membenarkan penertiban tersebut benar dilakukan dalam rangka penegakan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sekaligus ketertiban umum.
Pedagang yang ditertibkan adalah pedagang yang menjual barang di luar sektor yang dibolehkan seperti makanan dan alat kesehatan.
"Penertiban dalam rangka PSBB dan perapihan pasar, jadi kita tidak ada buat anarkis," kata Ujang.
Ujang juga membantah penertiban yang dilakukan oleh petugasnya secara arogan seperti yang terekam dalam video tersebut.
"Tidak ada arogan, itu karena mengamankan keamanan dan ketertiban di sekitar lingkungan pasar, mereka (pedagang) tidak terima," kata Ujang.
AYO BACA : Langgar PSBB Jakarta, Siap Jadi Tukang Sapu Jalanan