Jakarta Selatan

Anies: Indonesia Terlambat Punya Teknologi Pengolahan Limbah

Oleh: Admin Minggu 08 Des 2019, 13:33 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Ayojakarta.com/Aprilia Rahapit)

JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, Indonesia terlambat memanfaatkan teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Hal itu disampaikan Anies dalam acara groundbreaking IPAL berteknologi MBBR di Kruput, Karet, Jakarta Selatan, Minggu (8/12/2019).

"Rencana pengolahan limbah di Jakarta memang ini adalah salah satu PR mendasar, yang perkembangan kota ke depan harus menjadi salah satu infrastruktur wajib yang dipersiapkan awal kita di Indonesia, secara umum terlambat dalam menyiapkan infrastruktur untuk pengolahan limbah, secara umum kita terlambat," tutur Anies.

Anies melanjutkan, Indonesia mengalami urbanisasi secara masif, namun di sisi lain tidak memikirkan dari pengelolaan limbah untuk kawasan urban.

"Kita seakan masih berpikir kita tinggal di daerah plural, kalau daerah plural limbahnya memang secara umum bahannya natural, kemudian penyerapannya juga secara natural, tapi kalau di wilayah urban tidak mungkin," terangnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengingatkan masyarakat yang tinggal di perkotaan pada 1960-1970an masih kisaran 15 persen, dan kini sudah 55 persen.

"Sekarang 55 persen tinggal di perkotaan, dan saya lupa tahunnya, tapi sekitar 40-an diproyeksikan sudah 70 persenan yang akan tinggal di perkotaan," sambungnya.

Dengan peningkatan ini, Anies menyayangkan jika Jakarta tidak memiliki fasilitas pengolahan limbah yang sistemik.

Anies meminta agar proyek IPAL berteknologi MBBR ini bukan semata-mata sebagai menyelesaikan masalah di Jakarta namun harus sebagai contoh model untuk wajah perkotaan di masa depan.

"Jadi ini harus ditempatkan sebagai projek contoh untuk beberapa dekade ke depan. Bila ini dikerjakan dengan benar dengan baik, InsyaAllah bisa ditiru oleh kota-kota lainnya, dan InsyaAllah kota-kota lainnya tidak mengalami masalah seperti kita hari ini," tandasnya..

IPAL dengan teknologi MBBR di Krukut akan dibangun menjulang 20 meter ke atas dengan luas lahan 1200 meter persegi.

Teknologi ini memiliki kapasitas sebesar 8.640 meter kubik dengan menghasilikan 100 liter air bersih per detik.

Pembangunan IPAL MBBR di Krukut ditargetkan tuntas dan siap beroperasi pada tahun 2021.

Reporter Admin
Editor Widya Victoria