Jakarta Selatan

Anies Groundbreaking IPAL Berteknologi MBBR di Krukut

Oleh: Admin Minggu 08 Des 2019, 12:34 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Direktur Utama PD PAL Jaya, Subekti di IPAL Krukut Jakarta Selatan (Ayojakarta.com/Aprilia Rahapit)

JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Direktur Utama PD PAL Jaya, Subekti melakukan groundbreaking pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berteknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) di IPAL Krukut, Kelurahan Karet, Jakarta Selatan.  

Subekti mengatakan, IPAL berteknologi MBBR ini pertama kalinya di Indonesia.

IPAL Krukut ini menambah IPAL proyek Kementerian PUPUR yang sudah beroperasi di kawasan Setiabudi, Jaksel.

"Seiring dengan pembangunan perpipaan yang saat ini kami rasakan untuk pipa itu ada sembilan paket tahun ini akan ada selesai tujuh paket, masih ada dua paket di sekitar SCBD, Senayan kemudian Gatot Soebroto, maka di IPAL Setiabudi tidak mencukupi sehingga harus dibangun di sini," papar Subekti saat grounbreaking di IPAL Krukut, Karet, Jakarta Selatan, Minggu (8/12/2019).

IPAL Krukut akan mengolah air yang mengalir dari kawasan Senayan, SCBD, Gatot Soebroto, hingga Bendungan Hilir (Benhil).

"Nanti di sini akan kita olah, nah dengan teknologi MBPR ini pengolahan hasilnya itu sudah menjadi air bersih, dan rencana recycle 100 persen nanti akan kita recycle," jelasnya.

Subekti menuturkan, hasil pengolahan limbah dengan teknologi MBBR ini nantinya bisa membantu ketersediaan air untuk pemadaman kebakaran, flushing toilet gedung-gedung perkantoran, termasuk menyiram taman di sekelilingnya.

Lumpur dari pengolahan air limbah hasil IPAL berteknologi MBBR sangat sedikit, sehingga sangat membantu pengendalian banjir dan juga pengolahan limbah.

Subekti mengaku kesulitan mencari lahan di Jakarta, karena teknologi MBBR ini memerlukan lahan 2.000 meter persegi, sementara di Krukut hanya tersedia 1200 meter persegi. Untuk itulah MBBR akan dibangun menjulang 20 meter ke atas.

IPAL Krukut memiliki kapasitas 8.640 meter kubik dan mampu menghasilkan 100 liter air bersih per detik ini diklaim sangat memadai untuk pengolahan air limbah skala kota.

"Jadi ini yang dapat kami laporkan bahwa teknologi ini pertama di Indonesia dan untuk skala kota kesulitan kami memang lahan di Jakarta. Sehingga IPAL di sini kami desain untuk bertingkat. Jadi nanti 20 meter di atas," sambungnya.

Pembangunan IPAL Krukut akan berjalan selama 18 bulan terhitung sejak Agustus 2019 lalu, dan ditargetkan siap beroperasi pada tahun 2021.

"18 bulan InsyaAllah di tahun 2021 sudah selesai. Kita kontrak sebenarnya sudah dari Agustus kemudian persiapan lahan dan sebagainya dan nanti 18 bulan akan selesai," tandasnya.

Reporter Admin
Editor Widya Victoria