Jakarta Selatan

Jalur Sepeda di Jaksel Masih Banyak Dilanggar

Oleh: Admin Selasa 26 Nov 2019, 16:35 WIB
Ilustrasi pelanggaran jalur sepeda (Antara)

CILANDAK, AYOJAKARTA.COM -- Jalur sepeda fase dua di wilayah Jakarta Selatan masih kerap dilintasi sepeda motor tanpa pengawasan aparat. 

Selain melintas, pengendara juga banyak yang parkir atau berhenti di marka jalur khusus sepeda.

Lokasi jalur sepeda yang banyak dilintasi pesepeda motor tapi minim pengawasan aparat ada di Jalan Raya Fatmawati dekat Stasiun MRT Cipete Raya.

Kondisi jalan yang sempit hanya tersedia dua ruas untuk kendaraan bermotor dan jalur sepeda di sisi kiri. Ketika arus lalu lintas padat, pengendara sepeda motor memilih menggunakan jalur sepeda untuk tetap bergerak.

Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Fatmawati dekat stasiun MRT Haji Nawi, di mana banyak sepeda motor memadati jalur sepeda.

Lokasi berikutnya terdapat pengendara ojek daring menggunakan marka jalur sepeda untuk parkir dan berhenti, seperti terlihat di Jalan Melawai Raya.

Jalur sepeda fase dua membentang dari Jalan Raya Fatmawati, Jalan Panglima Polim, Jalan Sisingamangaraja sampai Jalan Sudirman dengan total sepanjang 12 kilometer jika ditempuh secara pulang pergi panjangnya menjadi 23 kilometer.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jaksel Budi Setiawan mengatakan, penindakan jalur sepeda mulai diberlakukan 25 November 2019. Penindakan bekerja sama dengan Satlantas Polres Jaksel.

''Ada patroli bergerak dengan motor. Ada yang menetap seperti di sini dan mungkin nanti di Haji Nawi, Fatmawati,'' kata Budi, Selasa (26/11/2019).

Sementara itu, Kepala Satlantas Polres Jaksel Kompol Sri Widodo mengatakan, penindakan dilakukan di tempat-tempat krusial mengingat keterbatasan personel.

''Kalau disiagakan setiap hari perlu personel banyak sekali makanya dilakukan di tempat-tempat krusial,'' ujarnya.

Widodo menambahkan, penindakan bagian dari pemberitahuan kepada pengendara lainnya tentang aturan jalur sepeda.

''Jalur sepeda sudah dilakukan penindakan. Ini namanya bentuk sosialisasi juga buat yang lain. Kerena kalau ditunggu satu per satu ya berapa ribu anggota yang diturunkan,'' imbuhnya. 

Reporter Admin
Editor Wahyu Sabda Kuncahyo