JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Sorak Gemilang Entertainment (SGE) Live bersama aktris Dian Sastrowardoyo menggalang donasi untuk Sekolah Drisana melalui penjualan tanda mata edisi khusus karya pemeran Film Ada Apa Dengan Cinta itu.
Sekolah Drisana merupakan sekolah khusus anak dengan autisme yang sebagian besar muridnya berasal dari keluarga tidak mampu. Awalnya sekolah tersebut bernama Keana yang berdiri sejak 2014.
Karena keterbatasan biaya, Sekolah Keana mengalami penggusuran pada awal 2019 dan berubah nama menjadi Sekolah Drisana.
Penggalangan donasi dilakukan melalui penjualan tanda mata edisi khusus karya Dian Sastrowardoyo. Serta karya Prinka Dipa dan Nindhita, dua anak dengan autisme yang sukses berkarya dalam bidang seni.
Chief Executive Officer SGE Live sekaligus promotor TeamLab Future Park and Animals of Flowers Mervi Sumali mengatakan, pengunjung dapat berpartisipasi memberikan donasi. Serta memperoleh dua tanda mata secara pre order dengan syarat membeli minimal dua tiket TeamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives di Mall Gandaria City, Jakarta Selatan.
Adapun tanda mata dijual seharga Rp 199 ribu per buah mulai 20 November hingga 20 Desember 2019. Tanda mata tersebut merupakan pouch yang telah dilukis.
''Keuntungan dari penjualan tanda mata tersebut akan didonasikan seluruhnya kepada Sekolah Drisana,'' jelas Mervi dalam Peringatan Hari Anak Sedunia di Gandaria City, Rabu (20/11/2019).
Dian Sastrowardoyo merespon baik penggalangan donasi untuk Sekolah Drisana. Mengingat anak dengan autisme seperti halnya anak-anak normal lain membutuhkan kasih sayang dan dukungan dari lingkungan sekitarnya.
''Saya mengajak seluruh pihak untuk mendukung program penggalangan donasi untuk Sekolah Drisana ini, dan membantu anak-anak di sana untuk memperoleh masa depan yang lebih baik,'' tutur Dian.
Pendiri Sekolah Drisana Zavnura Pingkan menyampaikan terima kasih atas kepedulian SGE Live dan Dian Sastrowardoyo. Saat ini, Sekolah Drisana beroperasi dengan fasilitas belajar mengajar yang sangat terbatas.
Sekolah Drisana memiliki sembilan murid dan empat guru yang harus bergiliran menggunakan ruangan kelas setiap hari.
''Kami berharap melalui hasil penggalangan donasi ini kami dapat meningkatkan sarana dan prasarana belajar di Sekolah Drisana. Sehingga anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman dan menyenangkan,'' Pingkan.