JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) memperketat keamanan kantornya setelah teror bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara kemarin pagi.
Namun diklaim bahwa pelayanan atas permohonan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) tidak terganggu walau jumlah pemohon sempat melonjak sejak pemerintah membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019.
"Pelayanan SKCK tetap buka, belum ada perintah untuk pembatasan layanan," kata Kepala Urusan Administrasi dan Ketatausahaan Satuan Intelijen Keamanan Polres Metro Jaksel, Ipda Oki Aji Ismoyo, saat dikonfirmasi Antara, Kamis (14/11/2019).
Oki mengatakan, penerbitan SKCK masih berjalan normal. Tapi diakuinya jumlah pemohon sempat meningkat dua kali lipat, yakni mencapai 200 hingga 300 pemohon dalam satu hari.
"Hari kemarin jumlah pemohon sudah normal," kata Oki.
Oki pun menyarankan pemohon mengisi pendaftaran secara daring (online) demi mempercepat proses penerbitan SKCK.
AYO BACA : Bom Medan Meledak, Polres Jaktim Kumpulkan Pemohon SKCK di Halaman
"Sebenarnya mendaftar langsung ke lokasi masih dilayani, tetapi ada proses waktu karena harus mengisi formulir dulu," kata dia.
Sedangkan bagi pendaftar daring tinggal datang ke Polres dan menunjukkan bukti pendaftaran setelah mengisi formulir secara daring. Kemudian, pemohon tinggal menunggu penerbitan SKCK sekaligus legalisir.
Pendaftaran SKCK secara daring dapat dilakukan dengan dua cara yakni melalui aplikasi android Smart Jaksel atau bisa melalui website milik Mabes Polri yakni skck.polri.go.id.
"Lebih baik mendaftar daring lebih cepat," saran Oki.
Setelah kejadian Bom Medan, Polres Jaksel memberlakukan pemeriksaan ketat kepada pengunjung yang datang mengurus keperluan di markas Polres.
"Para tamu yang pejalan kaki mau masuk harus buka jaketnya, tasnya diperiksa, sementara pengendara mobil dan motor parkir di luar tidak boleh di dalam markas. Yang boleh parkir di dalam hanya kendaraan anggota," kata Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Suharyono.
Pengetatan pengamanan juga dilakukan di Polda Metro Jaya dan hampir semua markas polisi di wilayah DKI Jakarta.