Jakarta Selatan

Tangisan Orang Tua dan Kakak Iringi Pemakaman Akbar Alamsyah

Oleh: Admin Jumat 11 Okt 2019, 09:54 WIB
Foto Akbar Alamsyah yang viral di media sosial. Akbar adalah korban wafat dari bentrokan antara aparat polisi dengan massa di sekitar Gedung DPR, 25 September 2019/Twitter

JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Pemakaman korban kerusuhan 25 September, Akbar Alamsyah, diiringi isak tangis orang tua dan kakak almarhum. 

Akbar dimakamkan di TPU Wakaf belakang Seskoal, Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, beberapa saat lalu (Jumat, 11/10/2019).

Tepat pukul 08.35 WIB, jenazah Akbar dimasukkan ke liang lahat. Selain keluarga dekat, teman-teman sekolah dan para tetangga juga ikut menyaksikan pemakaman korban.

Sebelum dimakamkan, jenazah Akbar dishalatkan terlebih dahulu di Masjid Roudhatul Jannah, tak jauh dari lokasi TPU.

Jenazah Akbar sempat disemayamkan di rumah pamannya bernama Matle di Jalan Masjid RT 11 RW 05, Kelurahan Cipulir, Jakarta Selatan.

Orang tua korban, Yanuar dan Rosminah, dan kakak kandung korban, Fitri, terlihat menangis ketika jenazah dimasukan ke liang lahat.

Akbar meninggal dunia dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, pada kemarin sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Tak lama setelah kepergian Akbar, Fitri Rahmayani, kakak korban menyampaikan, jenazah adiknya akan dibawa ke kediaman neneknya. "Mau kita bawa ke Jalan Kebon Mangga 4 RT 8 RW 2 No. 27 Kebayoran Lama Jakarta Selatan, rumah nenek," ungkap Fitri saat dihubungi wartawan dari RSPAD

Yang lebih menyedihkan, Rosminah mengaku tidak mengetahui penyebab kematian sang buah hati.

"Saya kurang terlalu tahu. Saya datang sudah meninggal," kata Rosminah dengan suara bergetar.

Akbar menambah daftar korban meninggal dunia akibat rangkaian demonstrasi massa yang terjadi di dekat DPR RI. Korban wafat lainnya dari kerusuhan di hari yang sama adalah Maulana Suryadi atau yang akrab dipanggil Yadi (23), yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir di kawasan Tanah Abang.  

Akbar dikabarkan mengalami retak pada tempurung kepala dan sempat menjalani operasi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia sempat menghilang setelah bentrokan antara polisi dan pelajar tanggal 25 September lalu dan baru diketahui pada 28 September dalam kondisi koma di rumah sakit.

Reporter Admin
Editor Aldi Gultom