Jakarta Selatan

Cuaca Panas Terik Tidak Surutkan Warga di Pemakaman BJ Habibie

Oleh: Admin Kamis 12 Sep 2019, 12:53 WIB
Warga memadati tenda pemakaman almarhum Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis siang (12/9/2019)/Ayojakarta.com

JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Cuaca yang panas terik tidak menyurutkan niat masyarakat luas untuk menyaksikan pemakaman Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, di Taman Makan Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis siang (12/9/2019).

Warga tampak memadati area TMPNU Kalibata. Mereka berdiri dan menunggu di luar area pemakaman, menyebar di pinggir jalan dan titik-titik lainnya.

Mereka datang dari berbagai wilayah, sebagian besar Jakarta. Namun ada pula di antara mereka yang datang dari Bekasi, Tanggerang, dan Bogor.

Untuk menghindari panas warga menyiasatinya dengan mencari tempat untuk berteduh, seperti di bawah pohon yang ada di sepanjang TMPNU Kalibata atau pos pengamanan, ada juga yang memakai payung serta topi.

Rina (45), warga Pasar Minggu, bahkan rela bolos masuk kerja demi menyaksikan pemakaman Habibie. Dia juga tidak mempermasalahkan panasnya hari ini.

Hingga berita ini dilaporkan (pukul 12.24 WIB), suhu udara di kawasan Kalibata terpantau lewat aplikasi ponsel pintar mencapai 32 derajat Celsius.

Suasana di TMPNU Kalibata mulai padat. Sejumlah tamu dan pejabat negara hingga tamu negara telah tiba di pemakaman.

Supardi (52) warga Pasar Rebo, Jakarta Timur, mengaku sengaja datang ke TMPNU Kalibata hanya untuk melihat pemakaman BJ Habibie.

Namun, ia dilarang petugas keamanan untuk masuk ke kompleks pemakaman. Akhirnya ia harus rela melihat keramaian dari seberang TMPNU Kalibata.

"Tadi saya coba tanya tadi apakah warga boleh masuk enggak, katanya enggak boleh kalau pakai sandal, tapi kalau pakai sepatu boleh," kata Supardi meniru petugas.

Keinginan serupa juga disampaikan Luthen BR Sirait (83) warga Kemayoran yang sudah datang dari pagi tadi, sekitar pukul 08.00 WIB.

"Saya enggak tahu apakah warga umum boleh masuk, ada keinginan bisa melihat langsung, tapi mungkin tidak boleh," kata Luthen.

Luthen mengatakan ia mengagumi Presiden BJ Habibie sebagai Presiden Indonesia yang jenius.

"Saya juga lahir di bulan dan tahun yang sama dengan Pak Habibie, cuma beda tanggal. Kalau Pak Habibie tanggal 25, saya tanggal 2 Juni," katanya.

Presiden ketiga RI B.J. Habibie wafat kemarin malam (11/9/2019) pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Jenazah akan dimakamkan di TMPNU Kalibata, berdampingan dengan makam istrinya, Hasri Ainun Habibie.

Kepala Seksi TMPNU Kalibata, Deddy Prasetyo, mengatakan bahwa lokasi makam Habibie ada di Blok M nomor 120.

Reporter Admin
Editor Aldi Gultom