Jakarta Selatan

Ada Pembangunan Jaringan Pipa Air Minum di Jakarta Selatan, Intip Rekayasa Lalu Lintas yang Berlaku hingga 23 Juni 2026

Oleh: Katarina Erlita Jumat 30 Jan 2026, 15:27 WIB
Ilustrasi Pembangunan Jaringan Pipa Air Minum. (Sumber: Pixabay/JonasKIM)

AYOJAKARTA.COM - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di wilayah Pesanggrahan, Jakarta Selatan, seiring pembangunan jaringan pipa air minum Paket S02.

Rekayasa lalu lintas ini berlaku mulai 3 Februari hingga 23 Juni 2026 dan berdampak pada sejumlah ruas jalan utama di kawasan tersebut.

Pekerjaan pembangunan jaringan pipa air minum ini dilakukan oleh Perumda PAM Jaya sebagai bagian dari program perluasan layanan air bersih di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, hingga wilayah perbatasan Depok, Jawa Barat.

Selama proyek berlangsung, pengguna jalan diminta untuk mengantisipasi potensi kepadatan dan mengikuti rambu serta arahan petugas di lapangan.

Adapun lokasi pekerjaan meliputi Jalan RC Veteran Raya, Jalan Kesehatan Raya, Jalan Bintaro Utama 1, Jalan Taman Bintaro Barat, dan Jalan Bintaro Utara.

Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan metode galian dan jacking untuk meminimalkan gangguan lalu lintas.

Pada STA 1+995 hingga 1+630, pekerjaan galian sepanjang kurang lebih 365 meter dilaksanakan bertahap mulai 3 Februari hingga 3 Mei 2026.

Selanjutnya, di STA 1+510 dilakukan pekerjaan jacking di Jalan Bintaro Utara yang berada di lajur sisi median, sehingga menyebabkan pengurangan lebar jalan. Pekerjaan ini berlangsung hingga 20 Mei 2026.

Galian bertahap juga dilakukan di STA 1+510 hingga 1+275 sepanjang 235 meter dan STA 1+275 hingga 1+100 sepanjang 175 meter, dengan waktu pengerjaan antara Februari hingga Mei 2026.

Sementara itu, di STA 1+018 Jalan Taman Bintaro Barat, pekerjaan jacking dilakukan di badan jalan dan mengakibatkan sistem lalu lintas buka tutup hingga 20 Mei 2026.

Tahapan terakhir berada di STA 1+018 hingga 0+520 dengan panjang galian sekitar 470 meter. Pekerjaan ini dimulai pada 18 Maret dan berakhir pada 23 Juni 2026, menjadi tahap terpanjang dalam proyek Paket S02.

Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menyatakan bahwa pada 2026 PAM Jaya akan melanjutkan penyisiran jaringan pipa di wilayah timur dan selatan Jakarta yang selama ini masih menjadi tantangan utama.

Target jangka menengah PAM Jaya adalah mencapai cakupan layanan air bersih hingga 90 persen sebelum menuju pelayanan penuh di seluruh Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menargetkan percepatan akses air bersih, setelah capaian layanan PAM Jaya pada 2025 mencapai 80,5 persen.

Meski berdampak pada aktivitas galian dan lalu lintas, proyek ini dinilai krusial untuk menjamin kebutuhan air bersih warga Jakarta ke depan.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita