AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan menggelar Panen Raya Serentak hasil pertanian perkotaan yang tersebar di 177 lokasi.
Kegiatan ini digelar Pemkor Jaksel bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).
Panen Raya Serentak kali ini, berhasil menghasilkan ratusan kilogram komoditas, mulai dari cabai rawit hingga berbagai jenis buah-buahan.
Kegiatan ini adalah bagian dari Panen Raya Urban Farming tingkat Provinsi DKI Jakarta yang dilaksanakan di berbagai lokasi.
Baca Juga: bank bjb Perkuat Ekonomi Daerah, Alokasikan Rp700 Miliar Bagi 35.000 Rumah di Jawa Barat
Mulai dari RPTRA, kelompok tani (poktan), hingga area budi daya mandiri warga di 65 kelurahan.
Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Diah Anwar mengatakan bahwa kegiatan Panen Raya ini rutin dilakukan setiap tiga bulan.
"Mulai dari proses penanaman kembali hingga pemanenan. Saat panen serentak seperti hari ini, seluruh titik menghasilkan panen," ujar Diah.
Diah lantas menjabarkan rincian hasil Panen Raya dari 177 titik lokasi panen.
Baca Juga: Pramono Anung akan Ikuti Kebijakan WFH 1 Hari Tiap Pekan: Namun Bukan Hari Rabu karena...
Berikut adalah rinciannya:
- 560 kilogram cabai rawit
- 300 kilogram terung
- 325 kilogram tomat
- 800 kilogram sayuran seperti pakcoy, kangkung, dan selada
Baca Juga: Melampaui Target! 421.869 Wisatawan Kunjungi Taman Margasatwa Ragunan (TMR) di Libur Lebaran 2026
- 500 kilogram buah-buahan seperti buni, jeruk, jambu jamaika, dan jambu air.
Ada pula 780 kilogram ikan nila juga dipanen dari kolam gizi.
Diah lantas menceritakan bahwa panen buah-buahan adalah bagian dari program "Sejuta Tanaman Langka" yang bertujuan untuk melestarikan tanaman yang mulai jarang ditemukan.
"Buah-buahan yang dipanen hari ini merupakan bagian dari upaya pelestarian tanaman langka," ungkapnya.
Diah berharap, kegiatan Panen Raya ini bisa dilakukan secara konsisten, disosialisasi secara luas dan dipantau secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Selatan, Sayid Ali berharap program swasembada pangan melalui urban farming ini bisa membantu menekan laju inflasi.
"Melalui semakin banyaknya lokasi panen, kami ingin memastikan tidak ada warga Jakarta Selatan yang kekurangan pangan," tutur Sayid.***