Jakarta Timur

Polisi Buru Pengendara Motor Beratribut Khilafah di Cawang Jaktim

Oleh: Fichri Hakiim Rabu 01 Jun 2022, 14:00 WIB
Pengendara sepeda motor yang viral diburu aparat karena mensosialisasikan kebangkitan Khilafah Islamiyah.

KEBAYORANBARU, AYOJAKARTA.COM -- Sebuah video viral di media sosial yang merekam sekelompok pengendara motor mengkampanyekan khilafah di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Minggu 29 Mei 2022 pukul 09.14 WIB kemarin.

Dalam video yang beredar, pengendara motor tersebut mengenakan pakaian hijau serta membawa poster bertuliskan 'Sambut Kebangkitan Islamiyah' dan bendera khilafah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan, mengatakan saat ini petugas kepolisian tengah mencari para pengendara motor beratribut khilafah tersebut.

Baca Juga: Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 5 Tersangka Teroris Kelompok ISIS

"Jadi Polda Metro Jaya tentunya akan mendalami video tersebut, karena kita sudah mendapat data itu terjadi di daerah Jakarta Timur," ujarnya, Selasa 31 Mei 2022.

Saat ini, petugas kepolisian tengah mendalami dan menyelidiki video tersebut. Nantinya, polisi akan memanggil para pengendara motor tersebut guna dimintai keterangan.

Baca Juga: Serang Mabes Polri Sendirian, Teroris Zakiah Aini DO dari Kampus dan Jadi Simpatisan ISIS

"Kami akan mencari data dulu terhadap pengendara yang nampak dalam video tersebut, tentunya kami juga akan memanggil mereka. Kami juga akan menanyakan maksud tujuan. Kemudian, memberikan edukasi kepada mereka agar tidak menyimpang," katanya.

Menurut Zulpan, penggunaan atribut khilafah tidak diperbolehkan oleh undang-undang.

"Tidak dibenarkan karena ini tidak sesuai dengan ketentuan peraturan dan juga apa yang menjadi ketentuan dalam perundang-undangan kita, bahwa bangsa Indonesia ini bukan berdasar khilafah," tuturnya.

Baca Juga: Eks Sekretaris FPI Munarman Disebut Terkait ISIS, Dewan: Kenapa Diviralkan?

Selain di kawasan Cawang, konvoi pengendara sepeda motor beratribut khilafah juga terekam di wilayah Jawa Barat. 

Reporter Fichri Hakiim
Editor Rahajeng Pramesi