CAKUNG, AYOJAKARTA.COM – Relokasi 18 Kepala Keluarga (KK) dari bantaran Kali Rawa Rengas, Cakung membuat penanganan banjir di wilayah Jakarta Timur terus dikebut. Proyek normalisasi di kawasan itu pun akan langsung digeber pada bulan depan.
Lurah Cakung Timur, Rahman Setiana mengatakan, pihaknya memperkirakan normalisasi kali Rawa Rengas akan dimulai awal November 2020 mendatang.
"Awal bulan depan diperkirakan akan langsung dilakukan normalisasi yang dikerjakan Dinas Sumber Daya Air. Kita pasti akan koordinasi terkait hal ini," katanya Rahman, dilansir timur.jakarta.go.id, Minggu (18/10/2020).
Dikatakan Rahman, selagi menunggu awal November mendatang, pihaknya masih mengurusi proses kepindahan ke-18 KK warga bantaran kali. Pasalnya mereka dipindahkan ke Rumah Susun (rusun) Rawa Bebek dan rusun Albo Cakung Barat.
"Lima KK pada Rabu (14/10/2020) kemarin sudah dipindahkan ke rusun Rawa Bebek, sisanya menyusul," ujarnya.
Pihaknya, sambung Rahman, merasa bersyukur ke-18 KK tersebut mau dipindahkan ke rusun. Dengan pemindahan tersebut, dia yakin potensi banjir di kawasannya bisa berkurang karena ukuran kali yang diperluas.
AYO BACA : Waspada, Jakarta Diguyur Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Sore Ini
"Dengan pindahnya warga juga menjadikan kehidupan mereka lebih layak dan bila hujan tak kebanjiran lagi," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, Jumat 9 Oktober 2020 lalu, Pemerintah Kota Jakarta Timur melayangkan surat peringatan (SP) I ke 18 KK yang tinggal di bantaran Kali Rawa Rengas. Mereka diminta untuk pindah dan membongkar sendiri rumahnya karena terdampak proyek normalisasi Kali Rawa Rengas.
"Informasi dari Sudin Perumahan mereka akan direlokasi ke Rusun Rawa Bebek atau Rusun Albo," ungkap Camat Cakung, Achmad Salahuddin, Sabtu (10/8/2020) lalu.
Achmad menjelaskan, tawaran untuk pindah dari tempat tinggal sebelumnya yang berada dibantaran kali pun sudah diinformasikan berbarengan dengan surat peringatan pertama yang sudah dikirim ke 18 KK terdampak proyek normalisasi Kali Rawa Rengas.
Sementara itu, Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy, Novianto mengatakan apabila warga menyetujui relokasi tersebut, maka akan ada jaminan dari Sudin Pendidikan, yakni memfasilitasi anak-anak dari 18 KK terdampak untuk bisa masuk sekolah yang ada disekitar rusun.
"Semuanya sudah disiapkan dan tidak akan menyusahkan warga, semua pihak dilibatkan, seperti Sudin Penidikan yang juga ikut membantu agar anak-anak dapat bersekolah di sekitar rusun," ucapnya.
AYO BACA : Kota Jakarta Barat Siapkan Tampungan Air untuk Cegah Banjir