Jakarta Timur

Eh, Di Jakarta Masih Ada Sawah Padi, Tiap Tahun Panen Lho

Oleh: Admin Rabu 15 Jul 2020, 18:04 WIB
Panen padi di sawah abadi milik Pemprov DKI Jakarta/Mochamad Tresna Suheryanto/beritajakarta.id

CAKUNG, AYOTEBET.COM – Jakarta adalah kota metropolitan. Semua orang tahu itu. Namun, tahukah kalian kalau sebenarnya DKI Jakarta juga memiliki sawah—dan sudah pasti berikut petaninya—yang ditanami padi.

Menurut data Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan Provinsi DKI, saat ini di Jakarta masih terdapat 414 Hektare lahan sawah yang sebagian besar dikelola oleh warga. Mereka tergabung dalam 15 kelompok tani. Lahan sawah tersebut tersebar di beberapa wilayah seperti Jakarta Barat 45 Ha (Kecamatan Kalideres dan Kembangan), Jakarta Utara 341 Ha (Kecamatan Cilincing), dan Jakarta Timur 28 Ha (Kecamatan Cakung).

Adapun dari 28 Ha lahan sawah di Kecamatan Cakung, 8 Ha di antaranya dikelola oleh UPT Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian. Dengan begitu, lahan tersebut merupakan aset Pemprov DKI dan telah ditetapkan sebagai Sawah Abadi yang tidak akan berubah baik peruntukan maupun fungsinya.

Sejauh ini, sawah abadi tersebut berfungsi untuk menghasilkan benih padi sekita 47 ton per tahun yang sebagian dibagikan ke petani Jakarta dan sebagian lainnya dipasarkan di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Seperti dilansir laman resmi Pemprov DKI, beritajakarta.id, Jakarta terus berupaya menjaga ketahanan pangan seperti menghasilkan sendiri benih padi serta memberikan bantuan dan pembinaan kepada para petani agar dapat berproduksi secara optimal.

Hal itu sebagaimana yang ditunjukkan oleh Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria yang melakukan panen beras, menggiling padi, menabur benih ikan, menanam pohon, serta memberikan bantuan paket sembako kepada para petani, di lahan Sawah Abadi, Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (15 Juli 2020).

“Kegiatan ini dalam rangka memastikan bahwa kita terus dapat meningkatkan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Kegiatan ini juga untuk memberikan perhatian pada masyarakat pertanian yang tiap hari hidup bekerja menanam padi dan sebagainya,” ujar Wagub Ariza, seperti dikutip dari siaran pers Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Wagub Ariza, Jakarta sebagai ibu kota menjadi pusat perhatian dan setiap tahun semakin banyak warga di luar Jakarta yang melakukan urbanisasi atau datang ke Jakarta dengan berbagai kepentingan. Itu menyebabkan, Jakarta semakin padat, lahan-lahan semakin dibutuhkan untuk kepentingan warga Jakarta.”

Wagub Ariza turut berharap agar para petani di Jakarta dapat terus tangguh. Karena selain menghadapi tantangan yang lazim, seperti banjir, hama, dan gagal panen, wabah Covid-19 turut menambah beban kehidupan sosial ekonomi petani.

“Memang dibutuhkan teknologi yang baik dalam penggunaan bibit, mulai dari menanam, memanen sampai dengan memasarkan. Di banyak negara kegiatan pertanian sukses dan berhasil karena menggunakan teknologi. Kita berharap ke depan, negara kita bisa mencontoh," pesan Wagub Ariza.

Hadir pula dalam panen padi tersebut Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Edi Purnawa; Kepala Pimpinan Wilayah DKI Jakarta dan Banten, Suharto Jabar; Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah; Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan Darjamuni; Direktur Utama Food Station, Arief Prasetyo Adi; Wakil Walikota Jakarta Timur Uus Kuswanto.

Reporter Admin
Editor Eries Adlin