RAWAMANGUN, AYOJAKARTA.COM -- Sejumlah orang tua dari siswa sekolah swasta di Jakarta, keberatan jika harus membayar iuran sekolah/Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) secara utuh.
Pasalnya, sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), siswa diimbau untuk belajar di rumah sehingga aktivitas di sekolah tidak optimal.
Seperti diutarakan Ayu Chika (28), orang tua dari siswa Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) swasta di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat.
"Ya jujur saya keberatan (membayar iuran sekolah secara utuh). Karena tidak ada aktivitas di sekolah, proses belajar mengajar tidak berjalan optimal. Apalagi anak saya hanya diberikan tugas oleh gurunya," katanya kepada Ayojakarta, Rabu (6/5/2020).
Menurut dia, pihak sekolah seharusnya memberikan potongan iuran yang sesuai dengan proses belajar mengajar yang tidak berjalan optimal di tengah situasi pandemi saat ini.
"Memang pihak sekolah memberikan kebijakan pengembalian iuran sebesar 10 persen, katanya uang ATK tapi anak-anak kan belajar di rumah, jadi kita tetap harus beli ATK. Ya harusnya sekolah memberikan potongan yang sesuai lah," ucapnya.
Anindita (32), orang tua dari siswa TK swasta di kawasan Cipayung, Jakarta Timur pun senada. Menurut Anindita, sudah sewajarnya pihak sekolah tidak mewajibkan para orang tua siswa untuk membayar iuran sekolah secara utuh. Sebab, guru tak mampu memberikan pembelajaran dua arah.
Selama masa pandemi ini guru hanya memberikan tugas kepada siswanya.
"Kalau di sekolah kan ada interaksi sama guru dan teman-temannya. Namanya anak-anak pasti kurang fokus jika belajar di rumah, jadi saat siswa belajar dari rumah, sudah sewajarnya pihak sekolah tidak mewajibkan para orang tua siswa untuk membayar iuran sekolah secara utuh," tuturnya.