Jakarta Timur

Pilu Menahan Rindu, Tukang Gali Kubur Khusus Corona Takut Pulang

Oleh: Admin Minggu 03 Mei 2020, 23:17 WIB
Ilustrasi - Pemakaman jenazah virus corona di TPU Pondok Ranggon, Jaktim. (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah).

CIPAYUNG, AYOJAKARTA.COM - Para penggali kubur di TPU Pondok Ranggon Jakarta Timur tak bisa membendung rasa pilu mereka saat menghadapi wabah virus corona. Kini, mereka menggali hingga 17 liang lahat dalam sehari. Kepiluan itu kian membuncah saat rindu bertemu keluarga harus ditawan bayang-bayang menularkan virus corona kepada orang terkasih mereka.
 
Pandemi membuat beban kerja mereka menjadi berlipat ganda. Pemakaman kali ini sangat berbeda. Tidak ada orang yang datang untuuk takziah atau sekedar menabur bunga. Tidak juga mengenakan pakaian sehari-hari saat menggali kedalaman tanah.
 
Corona membuat penggali kubur harus lekas menyelesaikan pekerjaannya. Mengenakan alat pelindung diri (APD) agar tidak tertular. Bahkan, korona kini membuat rindu hanyalah sebatas kisah pilu yang entah kapan berujung.
 
Dia adalah Juanda Bin Sahim. Pria yang telah memiliki dua anak ini selalu diselimuti rasa khawatir tertular virus corona. Apalagi saat dia harus kembali ke rumah dan bertemu dengan istri serta buah hatinya yang masih kecil.
 
"Kekhawatiran itu pasti ada, bahkan sampai rumah juga enggak berani dekat-dekat anak istri," kata Juanda, Minggu (3/5/2020).
 
Ia bercerita, pernah suatu ketika saat Juanda pulang ke rumah muncul rasa kangen ingin memeluk anak yang sudah menanti kedatangannya.
 
Namun pria berusia 40 tahun ini menahan sekuat hati rasa kangennya. Juanda takut, anak-anaknya tertular virus yang mungkin bisa dibawanya.
 
"Kalau pulang anak belum tidur, biasanya pengin ngedeket, pengin merangkul. Nah kita nggak berani dekat sama anak istri sampai saat ini," ujar Juanda.
 
Serupa dengan Juanda, para penggali kubur di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur juga dihantui kekhawatiran seperti itu.
 
Bahkan ada rekan Juanda yang memilih menginap di kantor TPU dan tidak mau pulang ke rumah. Ia takut membawa virus corona bagi keluarganya.
 
"Banyak teman-teman yang nginap di kantor enggak berani pulang," tutur Juanda.
 
Saat ditemui media, Juanda juga tampak sibuk. Bersama dengan rekan-rekannya, ia sedang bersiap untuk menguburkan jenazah pasien COVID-19.
 
Mereka memakai pakaian alat pelindung diri (APD) warna putih, lengkap dengan sarung tangan dan masker.
 
Pada Jumat (17/4/2020) sore, sudah ada 17 jenazah COVID-19 yang dikuburkan oleh Juanda.
 
"Ini lokasi yang sudah selesai digali, kita siap-siap menunggu kedatangan jenazah," kata Juanda di samping liat lahat.
 
Dikutip dari AyoBandung.com, Prosedur pemakaman jenazah virus corona memerlukan keahlian khusus. Jenazah yang sudah dimasukkan dalam plastik harus segera dimakamkan krang dari 4 jam usai dinyatakan meninggal dunia. 
Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati