JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Ramadan kali ini memang berbeda akibat pandemi COVID-19. Dampak pembatasan sosial, tidak ada keramaian seperti biasa di saat berbuka puasa. Para pedagang makanan takjil atau kuliner khas Ramadan yang paling terpukul.
Seperti dialami kelompok pedagang kurma di kawasan Condet, Jakarta Timur, yang mengaku mengalami penurunan omzet sampai hari ke-4 Ramadan ini.
Para pedagang yakin omzet yang anjlok ini adalah akibat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.
Salah seorang pedagang, Ahmad (34), mengakui omzetnya menurun drastis dibandingkan Ramadan sebelumnya, bahkan hingga 80 persen.
"Omzet tahun ini turun drastis daripada tahun lalu, kalau dipersentasekan kira-kira turun hingga 70-80 persen jika dibandingkan dengan Ramadan tahun lalu," ujar Ahmad kepada Ayojakarta, Senin (27/4/2020).
"Sepertinya gara-gara corona imbasnya jualan kita jadi menurun drastis, apalagi ada PSBB. Warga mungkin jadi takut ke luar rumah atau ke tempat-tempat ramai," tambahnya.
Hal senada diungkapkan oleh pedagang lain, Ramdan (37). Hanya untuk membuat dagangannya dibeli saja ia kesusahan.
"Anjlok banget, padahal tahun lalu jual 10-20 kg per hari tidak sulit. Sekarang bisa jualan saja sudah alhamdulillah," ucapnya.
Ramdan mengatakan, ia bersama rekan-rekannya sesama penjual kurma menyiasati lesunya penjualan di tengah wabah virus corona dengan berjualan secara online.