JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Banyak tayangan video amatir di media sosial yang menyorot keramaian di Pasar Ikan Hias Jatinegara Jakarta Timur di tengah pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Untuk mencegah kejadian tersebut terulang, Wali Kota Jakarta Timur, M Anwar mengatakan, Pemkot menerjunkan 60 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mengamankan daerah tersebut.
AYO BACA : Tarzan: Mendiang Ibunda Nunung Berjuang Melawan Kanker Lidah
Anwar mengaku kesal lantaran pedagang ikan hias di pasar tersebut bandel, dan justru sering menantang para petugas saat ditertibkan. Ia menyebut sebenarnya mayoritas PKL ini berasal dari luar Jakarta yang sudah berulang kali ditertibkan oleh jajaran Satpol-PP.
AYO BACA : Tak Hanya Jeruk, Sayur dan Buah Ini Tinggi Vitamin C
"Sudah berkali-kali ditindak, tiap hari kita angkat, kita lempari, kita main kuat-kuatan. Kami sudah lakukan penutupan tapi mereka ini bandel. Jadi terkesan main kuat-kuatan," kata M. Anwar kepada wartawan.
Sementara Kepala Satpol-PP DKI Arifin mengatakan pada Senin (20/4/2020) hari ini pihaknya sudah menerjunkan 60 petugas gabungan TNI-Polri-Satpol-PP ke Pasar Jatinegara sejak subuh.
"Sudah terkendali, subuh pagi tadi di pasar ikan hias Jatinegara, anggota Satpol-PP menghalau dan menjaga pedagang ikan hias tidak berdagang di sekitar pasar Jatinegara," kata Arifin kepada Suara.com - jaringan Ayojakarta.com.
Sebelumnya, beredar foto dan video di media sosial yang memperlihatkan kerumunan warga yang lebih dari lima orang tidak sesuai dengan aturan PSBB di Pasar Ikan hias Jatinegara, Jakarta Timur. Selain itu juga banyak warga yang membeli ikan hias tanpa mengenakan masker.
AYO BACA : Halu, Latif Mengaku Jadi Imam Mahdi