Jakarta Timur

Takut Tertular Corona, Tetangga Larang Pulang Tenaga Medis RSUP Persahabatan Jaktim

Oleh: Admin Rabu 25 Mar 2020, 15:07 WIB
https://www.rsuppersahabatan.co.id/profile-rsup-persahabatan

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Penolakan tenaga medis baik perawat atau pun dokter yang pulang ke tempat tinggalnya sendiri terus terjadi. Itu dialami beberapa tenaga medis di RSUP Persahabatan Jakarta Timur yang ditolak warga pulang karena dikhawatirkan menularkan corona.

Nahas, mereka yang bekerja sebagai garda terdepan menangani corona dan disebut pahlawan, nyatanya harus ditampung di salah satu gedung RSUP Persahabatan sebagai tempat tinggal sementara mereka.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mengemukakan, penolakan dilakukan tetangga terjadi di lingkungan tenaga medis yang berdomisili tinggal di salah satu wilayah Jakarta Timur terjadi sejak Minggu (22/3/2020).

AYO BACA : Trent Alexander Berjanji Setia untuk Liverpool

"Laporan ini kami terima pada Minggu (22/3/2020) lalu. Tidak hanya perawat tapi juga dokter di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan," kata Ketua Umum PPNI Harif Fadhilah seperti dilansir Antara pada Rabu (25/3/2020).

Meski begitu, Harif tak menyebut jumlah dokter dan perawat yang mengalami kondisi itu. Namun, kejadian tersebut dipastikan baru diketahui terjadi di lingkungan RSUP Persahabatan, kawasan Pulogadung, Jakarta Timur.

"Saya baru mendapatkan laporan di RSUP Persahabatan saja. Domisili mereka tinggal ada di sekitar RSUP Persahabatan, di sekitar Jakarta Timur," katanya.

AYO BACA : Kiper Atalanta Positif Covid-19

Hanif mengungkap, penolakan dilakukan masyarakat karena kekhawatiran akan tertular Virus Corona (COVID-19). Pihaknya kini melakukan advokasi terhadap para tenaga medis yang ditolak tetangganya sendiri. Menurutnya, tindakan masyarakat yang menolak kehadiran dokter maupun perawat COVID-19 merupakan tindakan yang berlebihan.

"Justru sebenarnya masyarakat harus merasa beruntung ada perawat tinggal dekat tempat tinggal mereka. Tenaga medis ini lebih tahu karakteristik COVID-19 dibandingkan masyarakat awam," katanya.

Bahkan tenaga medis tersebut bisa menjadi tempat bertanya dan konsultasi terkait bahaya penyakit di lingkungan mereka.

"Kita mendengar ada upaya dari RSUP Persahabatan sedang mencarikan tempat. Sekarang saya coba hubungi PPNI daerah untuk advokasi ini," katanya.

AYO BACA : Persija Store Sementara Ditutup

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati