Jakarta Timur

Prakiraan Jumat Sore, Hujan Petir di Jaksel dan Jaktim

Oleh: Admin Jumat 17 Jan 2020, 08:55 WIB

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)  memprediksi potensi hujan disertai kilat/petir akan melanda sebagian wilayah Jakarta pada hari ini. Dalam laman resminya, hujan disertai petir ini akan terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada siang hari.

"Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah Jaksel dan Jaktim pada sore dan malam hari," tulis BMKG pada situs resminya, bmkg.go.id, Jumat (17/1/2020). 

Pada pagi hari, situasi cuaca di kawasan itu berstatus cerah berawan. Sementara itu, hujan petir diprakirakan terjadi pada siang hari dan pada malam hari diprakirakan mengalami hujan lokal. Prakiraan suhu udara di kawasan itu berkisar 23 hingga 33 derajat Celsius serta kelembapan 70 hingga 95 persen.

Sementara itu, Jakarta Pusat diprakirakan hujan dengan intensitas sedang pada siang hari. Untuk Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, diprakirakan mengalami hujan ringan pada pagi hari, sedangkan Jakarta Barat diprakirakan cerah berawan sepanjang hari.

Suhu udara di kawasan itu diprakirakan berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius. Sedangkan kelembapan udaranya berkisar 65 hingga 95 persen.

Sebelumnya, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyiapkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk mempercepat penurunan hujan sebelum mencapai wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) sehingga mengurangi curah hujan turun di area tersebut dalam rangka mencegah banjir. Operasi TMC pernah juga dilakukan untuk mengurangi dampak ancaman banjir Jakarta pada 2013.

"Kami sudah siapkan 22 ton bahan semai (garam) dan segera ditambah lagi stoknya," kata Kepala BPOT Hammam Riza di Jakarta, Kamis (2/1).

Selain untuk penanggulangan banjir, TMC juga dapat digunakan untuk keperluan lain. TMC bisa diaplikasikan demi kepentingan pencegahan bencana kekeringan, mengantisipasi gagal panen, penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, hingga mengisi debit air di waduk untuk keperluan pembangkit listrik tenaga air.

Reporter Admin
Editor Widya Victoria