JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Ketua Umum Bamus Betawi Abraham Lunggana alias Haji Lulung memaklumi keputusan Pemprov DKI Jakarta tidak memberikan dana hibah kepada ormas yang dipimpinnya.
Menurutnya, kondisi keuangan pemprov memang tidak memungkinkan untuk memberikan hibah.
''Kami turut prihatin, dan kami sepenuhnya memahami dengan realitas APBD DKI yang defisit. Karena itu, maka kami siap mandiri dengan menyediakan dana pribadi dari saya dan pengurus sebesar Rp 10 miliar untuk anggaran Bamus Betawi tahun depan,'' jelas Haji Lulung kepada wartawan, Rabu (25/12).
''Jadi ini bukan kekecewaan buat kami. Karena memang anggarannya defisit maka kami kepengurusan pimpinan Ketua Adat Bamus Betawi Haji Nuri Thahir dan Ketua Umum Haji Lulung siap mandiri,'' sambungnya.
Haji Lulung pun memastikan bahwa anggaran hasil patungan tersebut cukup untuk mendanai seluruh program Bamus Betawi tahun depan. Salah satu program tersebut adalah penerapan Pergub Nomor 18 Tahun 2019 tentang Festival Kebudayaan.
Saat ini, Bamus Betawi tengah mempersiapkan peluncuran Tabungan Umrah Bamus Betawi pada awal Januari 2020. Program tersebut akan membantu jemaah berangkat ke Tanah Suci pada Desember 2020.
''Februari, kami akan bikin Festival Palang Pintu dan Kerak Telor se-Jakarta. Berikutnya, pada bulan Maret ada program Bedah Kampung Betawi. Nanti semua akan menggunakan ornamen-ornamen asli khas Betawi dengan dibiayai Bamus Betawi bersama tiga wakil ketua umum sesuai bidang masing-masing,'' papar Haji Lulung.
Anggota DPR RI itu juga memastikan bahwa kegiatan Lebaran Betawi akan tetap diselenggarakan dengan anggaran sebesar Rp 2 miliar. Karena itu, Haji Lulung meminta warga Betawi ibu kota untuk tidak merasa khawatir.
Selanjutnya, Haji Lulung juga mengingatkan kepada semua pihak khususnya kepada keluarga besar Bamus Betawi agar jangan mau dipecah belah. Pasalnya, saat ini masih ada pihak-pihak yang tidak berhak mengaku sebagai pengurus Bamus Betawi yang sah.
''Kepada seluruh teman-teman dan saudara-saudara yang saya cintai, jangan ngebelah Betawi. Karena, bagaimanapun, kepengurusan kami adalah yang sah sesuai hasil Mubes Betawi ke-VII 2018 pada tanggal 1-3 September 2018 di Hotel Twin dan dibuka secara resmi oleh Gubernur DKI Anies Baswedan,'' jelasnya.
''Bahwasanya setelah itu mereka menggelar mubes lain itu jelas namanya memecah belah. Karena mereka juga menggunakan nama Bamus. Sudahlah, jangan lagi ngaku-ngaku Bamus Betawi dualisme kalau tidak mengantongi pengakuan dari negara, gitu saja,'' tegas Haji Lulung.