Jakarta Timur

Menyulap Sampah Plastik Jadi Batako

Oleh: Admin Kamis 28 Nov 2019, 16:23 WIB
Petugas Tim Oranye UPK Badan Air Duren Sawit Toni Anthoni menunjukkan batako dari bahan baku sampah (Antara/Andi Firdaus)

DUREN SAWIT, AYOJAKARTA.COM -- Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta merintis produksi sampah plastik dari aliran sungai di Duren Sawit, Jakarta Timur menjadi produk batako yang bernilai ekonomis.
 
''Kami memanfaatkan 30 persen bahan baku batako menggunakan cacahan sampah plastik yang kita evakuasi dari aliran sungai,'' kata Petugas Oranye UPK Badan Air Duren Sawit Toni Anthoni, Kamis (28/11/2019).
 
Dia menjelaskan, bahan-bahan yang dibutuhkan untuk produksi satu batako di antaranya pasir 900 gram, semen 200 gram, cairan penguat 1 tutup botol, cacahan sampah plastik 75 gram, sampah sterofoam satu cangkir dan air secukupnya.


''Airnya jangan banyak-banyak, bisa rapih material batakonya cukup beberapa tetes saja,'' beber Toni.
 
Campuran sampah plastik bisa membuat bahan baku menjadi lebih irit namun dengan tingkat kepadatan yang lebih kuat.
 
Bahan baku batako didapat Tim Oranye dari 11 titik aliran air di wilayah Duren Sawit, di antaranya Kali Buaran, Kali Jati Kramat, Kali Banjir Kanal Timur dan saluran-saluran pembuangan menuju sungai.
 
''Biasanya dalam sehari kita kumpulkan sampahnya sekitar 20 karung tapi campuran organik dan non organik,'' jelas Toni.
 
Kegiatan produksi yang dilakukan di Posko UPK Badan Air Duren Sawit saat ini masih bersifat rintisan. Rencananya pada tahun depan akan diseriusi oleh otoritas terkait.
 
''Tahun 2020 nanti akan ada alokasi dananya untuk produksi sampah,'' kata Toni.

Reporter Admin
Editor Wahyu Sabda Kuncahyo