Jakarta Timur

Jokowi Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

Oleh: Admin Selasa 01 Okt 2019, 09:26 WIB
Monumen Pancasila Sakti

JAKARTA TIMUR, AYOJAKARTA.COM -- Presiden Joko Widodo menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2019 di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya, Selasa (1/10/2019).

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara tiba di lokasi upacara sekitar pukul 07.50 WIB. Tampak Presiden Jokowi mengenakan setelan jas warna hitam dengan dasi warna merah dan peci warna hitam. Sementara, Ibu Negara mengenakan kebaya warna kecokelatan.

Pada saat yang sama hadir pula Wapres M Jusuf Kalla dan istri. Tampak Wapres M Jusuf Kalla mengenakan setelan jas warna hitam dan peci hitam. Sementara, istri Wapres mengenakan kebaya warna hijau toska.

Kehadiran Presiden Jokowi dan Wapres M Jusuf Kalla disambut dengan musik yang dibawakan Korps Musik TNI.

Upacara itu dihadiri sejumlah pejabat negara, perwakilan negara asing di Indonesia, anggota Polri/TNI dari berbagai kesatuan, taruna Akademi Kepolisian, taruna Akademi Militer dari berbagai matra, para pelajar dan anggota pramuka.

Pejabat yang hadir antara lain Ketua MK Anwar Usman, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Mendikbud Muhadjir Effendy, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila diawali dengan Salam Kebangsaan, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Sebelumnya paduan suara pelajar juga menyanyikan sejumlah lagu daerah, lagu bertema Pancasila dan lagu perjuangan.

Rangkaian kegiatan lain dalam upcara itu antara lain mengheningkan cipta untuk mengenang tujuh Pahlawan Revolusi dan pembacaan naskah Pancasila oleh Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang.

Selain itu pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan, pembacaan dan penandatanganan ikrar oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo, dan pembacaan doa oleh Mendikbud Muhadjir Effendy.

Usai upacara, Presiden Jokowi dan pejabat lainnya meninjau sumur atau Lubang Buaya tempat di mana sejumlah Pahlawan Revolusi dimasukkan ke lubang tersebut pada dini hari 1 Oktober 1965.

TAGS:
Reporter Admin
Editor Aldi Gultom