Jakarta Timur

Kepala PMI Jaktim: Petugas Medis Dipukul, Didorong dan Diinjak Oknum Brimob

Oleh: Admin Kamis 26 Sep 2019, 14:41 WIB
Ambulans PMI Jakarta Timur/Vivanews.co.id

JAKARTA TIMUR, AYOJAKARTA.COM -- Palang Merah Indonesia (PMI) membantah mobil ambulans dari markasnya membawa batu dan botol berisi bensin serta membantu perusuh pada Rabu malam (25/9/2019). 

Kepala Markas Palang Merah Indonesia Jakarta Timur, E Komalasari, mengatakan, mobil PMI Jaktim dengan nomor polisi B 1303 TIX justru mengalami kerusakan parah. Saat diamankan ke Polda Metro Jaya, kondisi kaca ambulans sudah pecah. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WIB.

''Di depan lobby Menara BNI Pejompongan, Ambulans PMI Kota Jakarta Timur bertugas siaga pelayanan ambulans di lokasi demonstrasi bersama dengan ambulans gawat darurat dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan PMI Kota se-DKI Jakarta,'' kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (26/9/2019). 

Dikatakan Komalasari, saat tim medis di ambulans PMI Kota Jakarta Timur sedang memberikan pertolongan pertama pada korban kerusuhan, tiba-tiba ada sweeping dari oknum anggota Brimob. Mereka langsung membuka paksa mobil ambulans.

''Memukul-mukul dan menarik paksa ke luar pasien (kami tidak tahu nasib pasien seperti apa di luar ambulans). Dengan alasan mencari batu dan bensin yang disimpan dalam ambulans untuk pendemo,'' ungkanya.

Anggota Brimob itu, lanjut Komalasari, juga melayangkan pukulan dengan tongkat kayu kepada semua tim medis PMI yang ada di dalam ambulans. Menurut Komalasari, petugas PMI terkena pukulan di bagian kepala, bahkan salah satu perawatnya jatuh tersungkur ke belakang stretcher karena didorong dan kemudian diinjak anggota Brimob.

''Kaca mobil belakang ambulans PMI Kota Jakarta Timur dipecah dan dirusak oleh anggota Brimob yang mengakibatkan kaca mobil ambulans berhamburan masuk ke dalam ambulans,'' ujarnya.

Kemudian, dua orang petugas ditarik paksa ke luar dan kaca samping kiri ambulans dipecahkan anggota Brimob tersebut. Beberapa petugas kesehatan PMI mengalami tindakan kekerasan dari oknum anggota Brimob, seperti dipukul, ditendang dan ditarik.

Beruntung ada beberapa rekannya yang ditarik oleh Marinir untuk diselamatkan ke belakang gedung. Setelah itu, ambulans diarahkan ke Polda Metro.

Komalasari menjelaskan, laporan kronologis ini dibuat sesuai pernyataan seorang perawat PMI Kota Jakarta Timur sebagai saksi yang mengalami tindakan kekerasan dan menyaksikan tindakan perusakan terhadap Ambulans PMI Kota Jakarta Timur.

Reporter Admin
Editor Lopi Kasim