AYOJAKARTA.COM – Berbeda dengan wilayah Jagakarsa yang memang merupakan cagar budaya Jakarta, Kampung Terakhir merupakan istilah bagi warga di kawasan Kramat Jati.
Berlokasi di bantaran Kali Ciliwung yang menjadi pembatas Jakarta bagian Timur dengan Selatan, Kampung Terakhir berada di sekitar Jalan Kayu Manis, Kramat Jati.
Selain karena lokasinya yang terbilang rindang karena masih dipenuhi pepohonan, Kampung Terakhir juga menyimpan sejarah panjang pembangunan infrastruktur kota Jakarta.
Saat Gubernur Jakarta dipegang oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Pemprov Jakarta melakukan pembebasan lahan kepada sejumlah keluarga yang menghuni kawasan tersebut.
Dimaksudkan untuk membuat jalan alternatif yang menghubungkan antara kawasan Cililitan hingga ke TB Simatupang, warga di bantaran kali Ciliwung mulai menjadi objek perencanaan.
Salah satu wilayah pemukiman milik warga yang ikut menjadi lokasi perencanaan, berada di pelosok Jalan Raya Kayu Manis, Condet.
Sejalan dengan dimulainya rencana pembangunan, warga di sekitar kawasan pemukiman yang kini disebut Kampung Terakhir mulai menjalani relokasi.
Selain Pondok Ranggon, Depok dan Bogor, tidak sedikit pula warga lokal yang memilih pindah ke wilayah lain dan lebih tinggi namun tetap berada di sekitar Pasar Induk Kramat Jati.
Meski termasuk dalam salah satu kawasan pemukiman yang rawan banjir besar, warga memilih untuk mengambil resiko.
Pekerjaan turun-temurun sebagai Pedagang serta tidak ingin jauh dari tanah tempat kelahiran, menurut sebagian warga menjadi salah satu alasan untuk tetap tinggal.
Dijuluki sebagai Kampung Terakhir di Jakarta, warga mengaku hal tersebut sebenarnya diperuntukkan bagi para warga yang masih bertahan.
Baca Juga: Jadwal Pameran Bursa Kerja Jobfair 2025 Gelombang 3, Catat Tanggal dan Lokasinya!
Jumlah kepala keluarga yang relatif sedikit, serta status kepemilikan tanah yang sudah tidak lagi menjadi milik perseorangan membuat warga enggan untuk mengolah lahan.
Akibat intensitas hujan dan banjir yang sesekali datang, jumlah pepohonan serta ceruk rawa terus tumbuh dan bermunculan.
Menurut sejumlah kepala keluarga di kawasan Kampung Terakhir, pihak pengelola konservasi alam Salak Condet masih terus bersinergi dengan Pemprov Jakarta.
Selain untuk kembali melanjutkan relokasi warga Kampung Terakhir yang masih tersisa dan belum tuntas, warga juga berharap proses pembuatan jalan alternatif kembali dilanjut.
Baca Juga: BLACKPINK Dijadwalkan Comeback November 2025, Intip Bocoran Infonya
Keberadaan jalan alternatif dan baru sebagian terealisasi, menurut warga Kampung Terakhir yang berada di belakang Rindam; saat ini lebih sering menjadi tempat warga berolahraga.
Tertunda bertahun-tahun tanpa kejelasan, sejumlah properti berat milik Pengelola ataupun Pengembang seperti Paku Bumi dan Tiang Beton hingga saat ini terlunta. ***