Jakarta Utara

Lurah Pluit Manfaatkan 7.500 Karung Pengerukan Lumpur untuk Tanam Sayuran

Oleh: Admin Selasa 03 Nov 2020, 21:21 WIB
Lumpur hasil pengerukan saluran air diangkut PPSU/dok: utara.jakarta.go.id

PENJARINGAN, AYOJAKARTA.COM – Ribuan karung berisi lumpur hasil pengerukan saluran air di Jalan Pluit Karang Ayu, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara akan dimanfaatkan untuk menguruk lahan kosong yang berada di halaman belakang Kantor Lurah Pluit. Nantinya, lahan yang diuruk ini akan ditanami berbagai jenis sayuran.

Lurah Pluit, Rosiwan mengatakan, ribuan karung berisi lumpur hasil pengerukan saluran air bakal dimanfaatkan untuk menguruk lahan yang kosong. Sebab, selama ini lahan tersebut tidak dimanfaatkan, sehingga ia akan memanfaatkan untuk ditanami bermacam-macam jenis tanaman sayuran.

AYO BACA : Dicari! Relawan Penanggulangan Covid-19 di Jakarta, Ini Link Daftarnya!

“Lahan yang ada di belakang kantor kelurahan selama ini kosong. Makanya, sebanyak 7.500 karung berisi lumpur ini akan kita gunakan untuk meratakan lahan kosong tersebut dan akan ditanami berbagai sayur mayor,” kata Rosiwan dilansir utara.jakarta.go.id, Senin (2/11/2020).

Ribuan karung berisi lumpur ini berasal dari saluran-saluran yang ada di wilayah Pluit. Menurut Rosiwan, memang menjelang musim penghujan, pihaknya terus melakukan kegiatan pengurasan lumpur dan sampah di saluran.

AYO BACA : Jadwal Vaksinasi Hewan Peliharaan di 5 Kecamatan dan 8 Kelurahan Jakarta Utara

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya genangan dan banjir, mengingat kawasan Pluit berada di bawah permukaan air laut.

“Jelang musim hujan kita harus diwaspadai dengan rutin mengadakan kegiatan gerebek lumpur dan sampah di sejumlah lokasi yang rawan genangan,” imbuhnya.

Rusiwan juga mengimbau kepada warga untuk ikut menjaga kebersihan saluran air minimal di lingkungan rumahnya masing-masing. Selain itu jangan membuang sampah sembarangan terutama di saluran.

Dia juga menambahkan, menjelang musim hujan ini pihaknya memfokuskan pengurasan lumpur di Jalan Pluit Karang Ayu depan PJB Muara Karang. Sebab sedimen lumpur di saluran air penuh sehingga menghambat aliran air yang mengakibatkan genangan air saat curah hujan cukup tinggi.

“Jika saluran tidak berfungsi berimbas pada terjadinya genangan air di Jalan Pluit Karang Utara Raya karena faktor sedimen lumpur dan kontur jalan yang miring," pungkasnya.

AYO BACA : Sudin SDA Jakut Bakal Bangun 5 Titik Saluran Air di Kelurahan Koja

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati