GAMBIR, AYOJAKARTA.COM -- Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengerahkan semua tenaga untuk mengatasi banjir rob di kawasan Pantai Mutiara Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.
Dinas SDA juga memastikan pihaknya sudah bergerak cepat sehingga genangan sudah surut pada hari ini.
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Juaini Yusuf, mengatakan, penanganan banjir rob dilakukan dengan membuat tanggul darurat dari karung pasir serta material pendukung seperti batu kali, bambu, dan dolken.
Sebanyak 9 unit tronton dikerahkan ke lokasi mengangkut batu kali, 1.000 batang dolken, 500 batang bambu dan karung pasir.
"Genangan sudah surut, penanganan sementara menggunakan karung pasir, batu kali, dan dolken untuk menutup kebocoran yang ada. Satgas Dinas dan Sudin SDA lima wilayah kami kerahkan untuk memperbaiki tanggul itu dibantu dari Kementerian PUPR," ujar Juaini, Senin (8/6/2020).
Menurut dia, banjir rob disebabkan beberapa faktor alam seperti fase bulan purnama, potensi gelombang dan kombinasi pasang air laut. Akibatnya, air laut menembus tanggul dan menggenangi sejumlah permukiman warga di Penjaringan, Jakarta Utara.
"Puncak air pasang Sabtu malam (6/6/2020). Bukan di pesisir Jakarta saja, tapi pesisir Bekasi sampai Pekalongan kena dampaknya. Kemarin kebetulan ada kebocoran dan sudah kami tangani. Kami operasikan 13 unit pompa mobile untuk menyedot air yang masih ada air di lokasi," terangnya.
Pihaknya masih menyiagakan 6 unit pompa mobile di lokasi meski rob diklaim sudah surut. Pihak pengembang atau pengelola perumahan di lokasi tersebut juga berencana membangun tanggul permanen guna mencegah musibah terulang.
"Kami tidak melihat itu wewenang siapa, yang jelas kami perbaiki dulu supaya mengurangi beban warga sekitar perumahan. Perbaikan secara permanen kita bicarakan dengan pengembang, pengelola, dan kementerian terkait," terangnya.