Jakarta Utara

Bikin Heboh, Ini 4 Fakta Nasi Anjing di Tanjung Priok

Oleh: Admin Senin 27 Apr 2020, 16:12 WIB
Warga Tanjung Priok, Jakarta Utara digegerkan setelah menerima bantuan makanan siap santap dengan bungkus berlogo kepala anjing disertai tulisan 'Nasi Anjing', pada masa PSBB virus corona covid-19. [Suara.com/Muhammad Yasir]

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Bantuan makanan berlabelkan 'nasi anjing' sempat menghebohkan warga sekitar Masjid Babah Alun, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Polisi pun sampai turun tangan mengusut temuan bantuan bungkus yang berlabel ‘Nasi Anjing Nasinya Orang Kecil Bersahabat dengan Nasi Kucing #Jakartatahanbanting’, lengkap dengan gambar kepala anjing tersebut. 

Pada Senin (27/4/2020), Polda Metro Jaya memeriksa status halal nasi anjing yang dibagikan komunitas ARK Qahal, pada Minggu (26/4/2020) Berikut fakta-fakta tentang nasi anjing seperti dikutip dari Suara.com, Senin (27/4/2020):

1. Makanan halal

Polda Metro Jaya memastikan nasi anjing yang dibagikan kepada warga Tanjung Priok dibuat dari bahan yang halal. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengemukakan, berdasarkan hasil penyelidikan polisi, makanan siap santap dengan bungkus berlogo kepala anjing disertai tulisan Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing #Jakartatahanbanting, merupakan makanan halal.

AYO BACA : Pengakuan Komunitas ARK Qahal Soal 'Nasi Anjing'

2. Tagline nasi anjing

Polisi telah menggali keterangan pembuat nasi anjing. Menurut polisi pengelola makanan siap santap itu mengaku memang sengaja menggunakan nama nasi anjing. Istilah anjing merujuk pada sifat setia dan mampu bertahan hidup yang ada pada anjing.

“Istilah yang digunakan dengan nama anjing karena menganggap anjing hewan yang setia dan nasi anjing karena porsinya lebih besar sedikit dari nasi kucing dan diperuntukkan untuk orang kecil untuk bertahan hidup,” kata Yusri kepada wartawan.

3. Komposisi nasi anjing

AYO BACA : Warga Geger Ada Bantuan ‘Nasi Anjing’, Begini Penjelasannya

Polisi memastikan komposisi nasi tersebut bukan dari daging anjing yang haram bagi muslim. Lauk pauknya adalag cumi, sosis sapi, sampai teri.

4. Klarifikasi pembuat nasi anjing

Setelah memicu kontroversi, beredar viral video pembuat nasi anjing di media sosial. Dalam video, pembuat menunjukkan bahan-bahan apa saja yang dibuat untuk bungkusan nasi anjing. Seperti keterangan polisi, pembuat nasi anjing mengatakan bahan lauk pauknya bukan dari daging anjing.

“Yang ini bakso sapi sama teri. Jadi semua bahannya halal dijamin. Kenapa kita pakai nama nasi anjing karena, karena anjing itu binatang yang setia. Makanya yang pertama kita perlu setia sama Allah yang di atas, perlu setia sama pemerintah, perlu setia sama Pancasila dan UUD 45," ujar dia.

"Dan kenapa namanya nasi anjing, karena porsinya lebih banyak dari nasi kucing. Nasinya bukan buat mengenyangkan tapi bertahan. Karena ini kita percaya, Jakarta perlu tahan banting. Jadi sama-sama bergerak untuk masyarakat bawah,” demikian penjelasan sang pembuat nasi anjing.

AYO BACA : 'Nasi Anjing' Niat Baik, Diksi Tak Tepat

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono