JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pemkot Jakarta Utara lebih mengutamakan kolaborasi masyarakat untuk memutus mata rantai penularan COVID-19.
Hal itu didorong lewat program "Kampung Merdeka COVID-19" yang merupakan kegiatan kolaborasi antar masyarakat di lingkungan RT/RW.
"Kampung Merdeka COVID-19 adalah satu kesatuan yang mempunyai satu rasa dan tekad dari masyarakat untuk merdeka dari ancaman COVID-19. Secara gotong royong mereka saling membantu warga yang terdampak COVID-19," tutur Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim, kemarin.
Ada 3 syarat yang harus diterapkan dalam menciptakan Kampung Merdeka COVID-19 yaitu aspek kesehatan, aspek sosial ekonomi dan aspek keamanan.
"Apabila ada satu warga yang terkena COVID-19 maka warga lainnya akan bersama-sama membantu yang bersangkutan untuk menjalani masa isolasi selama 14 hari. Jadi bukan dihindari atau diusir," tegasnya.
Secara kolaborasi, Gugus Tugas RW akan bergerak melakukan penanganan pasien COVID-19 dengan mendapatkan dukungan dari unit terkait.
Ia juga memastikan bahwa setiap kelurahan dan kecamatan di Jakarta Utara telah menyiapkan rumah isolasi apabila terjadi lonjakan pasien COVID-19 di wilayahnya.
Menurutnya, rumah isolasi hanya untuk pasien positif COVID-19 dengan kriteria tanpa gejala dan tidak memiliki penyakit penyerta.
"Gugus Tugas RW akan memberikan pemahaman kepada warga yang positif COVID-19 untuk sementara waktu menempati rumah isolasi yang telah disediakan kelurahan dan kecamatan setempat. Mari kita berkolaborasi dan bergerak cepat melawan wabah COVID-19 di wilayah Jakarta Utara," imbaunya.