Jakarta Utara

Sosialisasi Pencegahan Wabah Corona Sampai ke Tingkat Kelurahan di Penjaringan

Oleh: Admin Senin 27 Jan 2020, 19:45 WIB
Hari ini (27/1/2020), ratusan warga Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara mendapatkan materi tentang virus Corona dalam program Gebrak Promosi Kesehatan (Promkes). (Dok. Pemkot Jakarta Utara)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Sosialisasi pencegahan virus Corona berlangsung sampai ke tingkat kelurahan-kelurahan di Jakarta Utara. 

Hari ini (27/1/2020), ratusan warga Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara mendapatkan materi tentang virus Corona dalam program Gebrak Promosi Kesehatan (Promkes). 

Penanggung Jawab Program Promkes Puskesmas Kecamatan Penjaringan, Merryani Purba, mengatakan, sosialisasi yang dilakukan hari ini dilakukan menyeluruh di lima kelurahan se-Kecamatan Penjaringan. 

Sebanyak 12 lokasi disambangi petugas Puskesmas, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, juga petugas lintas sektor seperti kelurahan dan kecamatan.

“Untuk hari ini ada 12 lokasi yang kami sambangi untuk sosialisasi pencegahan virus Corona. Setiap kelurahan ada yang dua sampai empat lokasi,” kata Merry.

Sosialisasi diikuti seluruh elemen masyarakat mulai dari warga, tokoh masyarakat, siswa, hingga petugas pelangi seperti Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), hingga Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota. 

Target dari program ini, para peserta dapat membagi pengetahuan soal pencegahan virus Corona kepada keluarga, saudara, dan tetangganya.

Untuk menghindari terjangkit virus corona, masyarakat diwajibkan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Salah satunya, rutin mencuci tangan dengan air mengalir sebelum dan sesudah beraktivitas.

“Materi sosialisasi diberikan baik secara tatap muka dan melalui media cetak seperti brosur, pamflet atau lainnya. Tidak hanya hari ini, sosialisasi ini akan berkelanjutan. Bahkan nanti petugas akan sosialisasi di tempat umum seperti pusat perbelanjaan, permukiman elite dan apartemen,” jelas Merry.

Wakil Camat Penjaringan, Holi Susanto, menerangkan, pihaknya sangat mewanti-wanti "petugas pelangi" atau petugas kebersihan untuk menerapkan PHBS, terutama mencuci tangan sebelum dan sesudah berkegiatan. Hal ini mengingat para petugas selalu bersinggungan dengan lingkungan kotor.

Dia pun menyarankan warga rutin membersihkan rumah dan lingkungan sekitar apalagi pasca banjir beberapa waktu lalu. Lingkungan yang kotor bisa menjadi pemicu timbulnya berbagai penyakit.

“Sosialisasi ini juga menyeluruh diberikan kepada pegawai kecamatan maupun kelurahan. Dan tentunya kepada masyarakat luas agar selalu menerapkan pola PHBS agar terhindar dari berbagai penyakit,” ujar Holi.

Reporter Admin
Editor Aldi Gultom