JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Sejak Rabu (1/1/2020), Aula Gereja Katolik Santo Philipus Rasul, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, menjadi tempat pengungsian sekitar 98 warga Kelurahan Pejagalan yang rumahnya kebanjiran.
Sampai kemarin (Jumat, 3/1/2020), para pengungsi masih bertahan di Aula Gereja. Kepala Paroki Gereja Katolik Santo Philipus Rasul, Pastur Fransiskus Asisi Susilo Nugroho, menjelaskan, warga berasal dari RW 07 Pejagalan.
"Rumah mereka terendam banjir sehingga harus mencari tempat yang aman dan nyaman. Untuk sementara waktu mereka akan mengungsi di sini hingga airnya sudah surut. Banyak yang datang untuk memberikan bantuan seperti sembako, makanan, selimut, obat-obatan, air mineral, pampers, sayuran pakcoy dan lain-lain," ungkap Romo Fransiskus Asisi Susilo Nugroho.
Dengan perlengkapan yang ada, pihak gereja bersama unsur terkait akan berusaha semaksimal mungkin membantu para pengungsi.
"Dengan menggunakan perahu karet, kami juga mengirimkan makanan siap saji ke dalam pemukiman yang warganya tetap bertahan di rumahnya masing-masing," terangnya.
Salah seorang warga RW 07 Pejagalan yang mengungsi di gereja, Diana (23), mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu selama di tempat pengungsian.
"Lebih aman menginap di sini. Mulai dari kebutuhan makan, minum, air bersih, selimut dan lainnya terpenuhi. Ada juga petugas kesehatan yang datang untuk mengecek kesehatan kami," ujarnya.
Ia berharap air cepat surut sehingga bisa kembali ke rumah. Sampai kemarin, warga masih belum bisa pulang karena air masih tinggi.