JAKARTA UTARA, AYOJAKARTA.COM -- Tanggul jebol sekitar 100 meter di kawasan pelabuhan perikanan Samudera Nizam Zachman, Penjaringan Jakarta Utara, untuk sementara dipasangi pagar seng.
Salah satu penjaga warung dekat lokasi tanggul jebol, Sudirjo (69) mengaku tetap merasa waswas terlebih ketika terjadi pasang air laut.
"Rasa khawatirnya belum hilang, karena air kalau naik tidak kelihatan air bah masuk. Inginnya dibetuli lagi secepatnya karena mau musim hujan angin kencang," ucap Sudirjo yang berjualan di blok B saat berbincang dengan Ayojakarta, Kamis (5/12/2019).
Penjaga warung lain, Sri Miwing (49) pun senada. Ia menuturkan, biasanya ketika datang musim hujan dan terjadi banjir rob, genangan air hinggap di depan warungnya.
"Walau sudah dipasang pagar dari seng kalau diterjang ombak tergeletak pagarnya. Semoga segera dibikin tanggul lagi karena sudah masuk musik hujan. Puncak musim hujan mungkin Januari 2020," tuturnya.
Ayu Farianti (19), warga setempat, menceritakan situasi tanggul jebol sebelum dipasangi pagar seng.
"Setelah kejadian itu banyak orang melihatnya. Kemarin sore sebelum dipagari langsung melihat batu batu sisa tanggul yang jebol. Kalau ada ombak takut lah. Makanya ini dipasangin pagar," kata Ayu.
Setiap blok di area dalam pelabuhan perikanan Samudera Nizam Zachman terdapat kurang lebih 100 warung.
Tanggul proyek terpadu pesisir ibukota negara itu merupakan tanggul raksasa yang bertujuan untuk melindungi DKI Jakarta dari resiko banjir akibat penurunan air tanah di Jakarta Utara.