JAKARTAUTARA, AYOJAKARTA.COM -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak menjamin ibu kota sudah memiliki tambahan waduk penampung air saat masuk musim penghujan Oktober mendatang.
Pasalnya, pembangunan waduk di sekitar wilayah Jakarta yang dikomandoi Kementerian PUPR molor akibat adanya permasalahan pembebasan lahan.
''Jakarta berkepentingan sekali untuk program pembangunan waduk itu selesai segera. Tapi karena pembangunan itu bukan di tangan kami, itu adalah pembangunan oleh PUPR,'' kata Anies kepada wartawan di Ancol, Sabtu (14/9/2019).
Namun, Anies enggan menjelaskan lokasi-lokasi waduk yang pembangunannya meleset dari target. Menurutnya, Pemprov DKI hanya menunggu kepastian dari Kementerian PUPR.
AYO BACA : Pemprov Anggarkan Lebih dari Rp 3 Triliun untuk Antisipasi Banjir
''Waduk kita menunggu dari pemerintah pusat karena waduk itu dari pemerintah pusat,'' ujarnya.
Meski dipegang pemerintah pusat, Anies meyakini pembangunan waduk tetap diawasi pihaknya.
''Jadi kita monitoring dekat dengan PUPR,'' pungkas mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu.
Diketahui, musim penghujan diperkirakan bakal dimulai pada bulan depan. Penambahan waduk bagi Jakarta terhitung urjen dilakukan mengingat ibu kota langganan dilanda banjir.