Jakarta Utara

Potensi Angin Kencang, Sukdin Tamhut Jakarta Utara Sudah Tebang 1.150 Pohon Rawan Tumbang

Oleh: Jinan Vania Barizky Kamis 05 Mar 2026, 13:41 WIB
Setidaknya 1.150 pohon rawan tumbang sudah dilakukan penanganan oleh Pasukan Hijau Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Utara. (Sumber: beritajakarta.id | Foto: beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Setidaknya 1.150 pohon rawan tumbang sudah dilakukan penanganan oleh Pasukan Hijau Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Utara.

Penanganan pohon rawan tumbang ini diketahui sudah dilakukan sejak Januari hingga Februari 2026 di enam wilayah kecamatan.

"Alhamdulillah, bulan ini terjadi penurunan kasus pohon tumbang yang cukup signifikan karena sebelumnya kami telah melakukan pemangkasan rutin di lokasi-lokasi rawan," ujar Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Utara, Reina Camelia, Kamis (5/3).

Baca Juga: Transjakarta Rute Bandara Soetta Ditargetkan Beroperasi Sebelum Lebaran! Ini Tarif dan Jam Operasional...

Lebih lanjut Reina menyebutkan dari total 1.150 penanganan tersebut, sebanyak 199 masuk kategori ringan, 743 kategori sedang, dan 84 kategori berat.

"Kami juga menangani 16 kasus dahan sempal serta 47 pohon ditebang karena kondisinya membahayakan," terangnya.

Menurutnya, tren positif juga terlihat pada jumlah kejadian pohon tumbang yang menurun dari 57 kasus pada Januari menjadi empat kasus pada Februari. Capaian ini didukung konsistensi pelaksanaan program Rabu Menoping yang digelar serentak di seluruh kecamatan.

Baca Juga: BRI Cetak Performa Impresif! Transaksi Digital Meluncur, Biaya Dana Membaik

"Program Rabu Menoping terus kami jalankan dengan melibatkan personel di tingkat kota dan kecamatan untuk menyisir pohon yang terlalu rimbun atau berpotensi membahayakan," ungkapnya.

Ia mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan melaporkan potensi bahaya melalui kanal resmi JAKI apabila menemukan pohon rawan tumbang.

"Alhamdulillah, selama dua bulan ini sebanyak 217 laporan warga terkait permasalahan pohon sudah ditindaklanjuti," bebernya.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky