Jakarta Utara

SDA DKI Jakarta: Penurunan Tanah Jadi Penyebab Banjir Rob hingga 9 Wilayah yang Berpotensi!

Oleh: Jinan Vania Barizky
Banjir Rob Jakarta. (Sumber: sinarji.dsdajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta bagikan berbagai dampak dan faktor penyebab dari banjir rob yang terjadi di pesisir Jakarta Utara.

Potensi banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta diprakirakan terjadi pada periode 14-22 Mei dan 28-31 Mei 2026.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum menyebutkan penurunan tanah menjadi faktor penyebab meningkatnya potensi banjir rob sehingga memberikan dampak besar terhadap kondisi lingkungan di Jakarta, khususnya di wilayah pesisir.

“Dalam hal dampaknya terhadap lingkungan, penurunan tanah dapat memperluas daerah genangan banjir karena tidak berfungsinya saluran air akibat timbulnya daerah-daerah cekungan. Hal ini membuat sebuah wilayah menjadi lebih rentan banjir ketika hujan,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan air tidak dapat mengalir secara gravitasi sehingga membutuhkan bantuan pompa dan sistem polder untuk mengendalikan genangan.

Ia mengatakan, penurunan tanah di wilayah pesisir Jakarta juga meningkatkan potensi banjir rob serta dapat memicu kerusakan infrastruktur.

“Gedung ataupun bangunan dapat mengalami keretakan dan mengalami kemiringan, dan tidak optimalnya saluran air hingga kerusakan sarana jalan,” tambahnya.

Ika menyampaikan, Dinas SDA DKI Jakarta terus melakukan pemantauan penurunan tanah melalui pembangunan stasiun pemantauan di sejumlah titik.

“Pemantauan dilakukan dengan dibangunnya stasiun pemantauan penurunan tanah. Selain monitoring, keberadaan stasiun pemantauan penurunan tanah ini juga sebagai manajemen risiko bencana penurunan tanah yang dapat menyebabkan banjir rob,” tandasnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan hasil pemodelan kondisi penurunan tanah, kenaikan muka laut (sea level rise), elevasi pesisir, serta pasang surut Teluk Jakarta, tinggi pasang laut atau rob diprediksi mencapai 0,69 meter dari mean sea level (MSL).

Adapun Wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi Tanjungan, Muara Angke, Muara Baru, Pasar Ikan, Ancol Marina dan JIS, Tanjung Priok dan Kali Baru, hingga Marunda.

Pemodelan tersebut juga disebut dapat berubah dipengaruhi kondisi pembangunan tanggul, kebocoran tanggul, hingga faktor non-pasang surut seperti anomali permukaan laut dan gelombang tinggi akibat angin.

Masyarakat dapat memantau perkembangan banjir rob melalui laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, aplikasi JAKI atau menghubungi 112 jika mendapatkan kondisi darurat.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky