TEBET, AYOJAKARTA.COM – Di tengah maraknya krisis kesehatan saat pandemi, sudah seharusnya pemerintah pusat maupun daerah tidak hanya berfokus untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, namun juga memperhatikan masalah kesehatan lain. Hal itu yang sedang digarap oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu.
Pemkab Kepulauan Seribu yang dibantu oleh Suku Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP) Kepulauan Seribu, melakukan sosialisasi sekaligus mengevaluasi pencegahan stunting di wilayah mereka.
Kepala Sudin PPAPP Kepulauan Seribu, Rizki Hamid, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan proyek prioritas nasional (Pro PN) dalam rangka pencegahan stunting.
"Kita hadirkan kelompok Bina Keluarga Balita kader PKK, dasawisma, fasilitas kesehatan dan aparatur kelurahan yang membidanginya," kata Rizki, dilansir dari pulauseribu.go.id, Jumat (28/08/2020).
Rizki menjelaskan, selain sosialisasi langsung melalui tatap muka, sosialisasi serupa juga dilakukan melalui media daring selama pandemi Covid-19.
AYO BACA : Patut Dicontoh, RW 05 Kelurahan Rawa Badak Jakut Hadirkan Kampung Iklim
"Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada Balita karena kekurangan gizi, sehingga harus dicegah," jelas dia.
Sementara itu, Lurah Pulau Panggang, Pepen Kuswandi mengatakan, pihaknya menyambut baik dan berterimakasih kepada pihak Sudin PPAPP Kepulauan Seribu.
"Warga khususnya para kader dapat edukasi sehingga diharapkan tidak ada Balita di Pulau Panggang yang terindikasi Stunting," pungkasnya.
Di saat bersamaan melakukan sosialisasi penyakit stunting, Pemkab Kepulauan Seribu juga secara konsisten meningkatkan komunikasi dan kerjasama dengan pihak BPJS Kesehatan. Hal itu disampaikan Sekretaris Kabupaten Kepulauan Seribu, Eric PZ Lumbun.
“Komunikasi dan kerja sama dengan BPJS Kesehatan menjadi hal penting yang perlu dilakukan, berbagai program yang ada bisa terwujud dengan baik,” kata Eric, pada Jumat (28/08/2020).
Eric berharap, melalui penguatan kerjasama tersebut, informasi dan masukan yang disampaikan oleh masyarakat di Kepulauan Seribu dapat dipahami secara baik. “Dengan pertemuan ini, kedepan ada solusi dari kendala yang dihadapi pemilik BPJS Kesehatan di Kepulauan Seribu,” tambahnya.
AYO BACA : Pemprov DKI Jakarta Larang Dansa di Kafe Saat Pandemi