Kepulauan Seribu

Limbah Minyak Mentah Masih Berceceran di Pulau Pari, Belum Diketahui Sumbernya

Oleh: Admin Kamis 13 Agu 2020, 09:40 WIB
Petugas gabungan membersihkan tumpahan minyak di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Foto: Dok Pertamina

PULAU PARI, AYOJAKARTA.COM – Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PSSU) sibuk melakukan aksi bersih-bersih limbah minyak mentah. Sejak kemarin, Selasa (11/8/2020), terdapat tumpahan minyak di sepanjang sisi timur dan utara Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan.

Lurah Pulau Pari, Mahtum mengatakan, tumpahan minyak mentah ini mengotori pesisir pantai di sepanjang sisi timur dermaga utama, tepatnya di area wisata Pantai Bintang. Datangnya limbah minyak mentah ini pun masih menjadi misteri dan dalam investigasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu.

Mahtum menuturkan pihaknya juga masih belum bisa menyimpulkan dari mana asal tumpahan minyak mentah itu. 

"Saat ini tumpahan minyak mentah yang sudah dikumpulkan ada 250 karung," ujarnya, dilansir dari beritajakarta.id, Selasa (12/8/2020)

Aksi bersih-bersih itu, kata Mahtum, hanya difokuskan di area pinggir pantai. Sementara di kawasan perairan masih terdapat limbah minyak mentah yang tercecer dan terbawa arus laut.

"Sampai sekarang petugas masih membersihkan tumpahan minyak mentah yang berada di sepanjang pantai timur dan utara Pulau Pari," ungkapnya.

Ocean Campaigner Green Peace Indonesia, Arifsyah Nasution menjelaskan, banyak dugaan terkait penyebab tumpahan minyak tersebut. Jika jenis minyak mentah yang tumpah sama dengan apa yang terjadi di Karawang pada 2019, maka bisa jadi itu merupakan sisa minyak yang tidak terangkut.

Namun apabila jenis minyak yang ada berbeda, sambung dia, kemungkinan tumpahan atau sisa minyak dari kapal, perlu dilihat dan diteliti lebih lanjut. Sehingga penyebab tumpahan minyak yang sering terjadi di Kepulauan Seribu bisa terpecahkan. "Dugaan terbesar kalo minyaknya mentah, belum melalui proses apa pun maka sisa kebocoran sumur (YYA-1) tahun lalu," kata Arifsyah.

Arifsyah menjelaskan, sumur-sumur PT Pertamina harus dicek dan dievaluasi ulang pihak berwenang, khususnya Kementerian ESDM. Karena banyak sumur eksplorasi sudah berumur tua, sehingga peluang terjadinya kebocoran sangat besar.

VP Relations Pertamina Hulu Energi (PHE), Ifki Sukarya menyampaikan dalam keterangan tertulisnya, sampai saat ini sumur YYA-1 yang pernah bocor dipastikan dalam kondisi aman. Bahkan hingga saat ini sumur tersebut masih ditutup dan belum ada kegiatan.

"Sumur YYA-1 sudah ditutup sejak September 2019. Lalu Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menutup status darurat penaggulangan tumpahan minyak anjungan YYA-1 PHE ONWJ Juli 2020. Sehingga kami pastikan sudah aman," kata Ifki dalam keterangannya, Rabu (12/8/2020).

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati