JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- 188 WNI ABK kapal World Dream yang dievakuasi dengan KRI Soeharso sudah menginjakkan kaki di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, kemarin sore.
Di pulau yang tidak berpenghuni itu, mereka akan menjalani observasi virus corona selama 14 hari ke depan.
Sementara itu, ada sebagian masyarakat Kepulauan Seribu yang menolak penggunaan Pulau Sebaru Kecil. Kabarnya, yang paling menolak adalah kelompok nelayan dan pelaku wisata karena mereka yang paling terkena dampak langsung.
Meski belum ada indikasi penyebaran virus Corona di Indonesia, namun masyarakat, khususnya warga di Kepulauan Seribu, diminta memahami ciri-ciri dari gejala virus Corona.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, ada tipe pasien yang perlu diawasi dengan berbagai ciri gejala penyakit. Mulai dari gejala sakit pernafasan akut disertai demam lebih dari 38 derajat Celcius atau ada riwayat demam, batuk, pilek dan nyeri tenggorokan; infeksi yang menyerang satu atau kedua paru-paru (pneumonia) ringan hingga berat berdasarkan gejala klinis dan atau gambaran radiologi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, menyarankan, masyarakat yang mengalami gejala demam, batuk, sesak nafas dan baru kembali dari negara terjangkit dalam 14 hari sebelum sakit, mesti segera berobat ke Puskesmas dan rumah sakit terdekat.
"Terapkan etika batuk, gunakan masker jika menderita sakit dengaan gejala infeksi saluran nafas, mencuci tangan lima waktu, dan mencuci tangan dengan air mengalir serta sabun lalu bilas sekitar 20 detik. Jika tidak tersedia air, dapat menggunakan cairan pembersih tangan yang mengandung alkohol 70-80 persen,” kata Dwi Oktavia, Sabtu (29/02/2020).
Kewaspadaan dini telah dilaksanakan Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI dalam bentuk mengaktifkan thermal scanner di pintu masuk negara; membuat surat edaran kewaspadaan terhadap virus Corona kepada rumah sakit, puskesmas, dan klinik untuk meningkatkan kewaspadaan; menyiapkan alat pelindung diri sesuai standar; meningkatkan kompetensi petugas kesehatan dan mengatur alur rujukan pasien terduga pneumonia akibat virus Corona; memberikan edukasi kepada masyarakat terkait virus Corona melalui media eletronik dan sosial.
Kepala Sudin Kesehatan Kepulauan Seribu, Herwin Meifendy menjelaskan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga telah melakukan sosialisasi pencegahan dan penyebaran virus Corona kepada seluruh warga di DKI Jakarta, mengaktifkan sistem koordinator wilayah.
Tim Gerak Cepat (TGC) di Dinas Kesehatan dan jajaran menghadirkan Call Center baik melalui telepon, SMS dan WhatsApp pada nomor 081388376988, aplikasi CRM dan Jakarta Siaga 112.
“Kita harapkan warga di Kepulauan Seribu mengetahui kewaspadaan dini yang perlu dilakukan. Dinas Kesehatan DKI Jakarta terus melakukan sosialisasi, sehingga tidak perlu khawatir dengan kehadiran 188 WNI yang diobservasi di Pulau Sebaru Kecil,” tutur Herwin Meifendy.