KEPULAUAN SERIBU, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu terus melakukan upaya percepatan penyediaan bahan bakar minyak (BBM).
Menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kepulauan Seribu Iwan Samosir, untuk percepatan pembangunan beberapa langkah telah disiapkan. Diantaranya kajian, tempat, pola distribusi dan sistem pengoperasian stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
''Semua sudah jalan, tinggal percepatan perizinan ada beberapa administrasi yang harus dilengkapi,'' ujarnya dalam rapat koordinasi bersama UKPD dan pihak terkait di Gedung Mitra Praja, Sunter, Rabu (23/10/2019).
Iwan berharap, kelengkapan perizinan dapat diselesaikan hingga akhir tahun 2019. Sehingga awal tahun depan sudah bisa dibangun SPBU dengan lokasi SPBU apung ditempatkan pada dermaga sandarnya di Pulau Karya, Kepulauan Seribu Utara.
''Nantinya SPBU akan melayani warga Kepulauan Seribu untuk umum yang sifatnya non subsidi dan nelayan,'' jelasnya.
Kepala Subbag Tata Usaha Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu Rohman Toyib menambahkan, terkait subsidi BBM bagi nelayan, pihaknya telah melakukan pendataan sebanyak 820 nelayan yang sudah terverifikasi. Mereka berhak mendapatkan subsidi BBM dengan kebutuhan sekitar 18.100 liter per hari.
''Kita berikan surat pengantar dan ID nelayan untuk kartu subsidi BBM,'' jelasnya.