AYOJAKARTA.COM - K.H. Maimun Zubair yang akrab disapa Mbah Moen yang wafat pada 6 Agustus 2019 namun hingga kini dakwahnya masih tersebar di masyarakat.
Mbah Moen pernah menyampaikan hal yang akan membuat setan lari terbirit-birit berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW.
Hal itu Mbah Moen sampaikan pada cuplikan video yang diunggah ulang pada kanal YouTube ppalanwarsarang yakni Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang yang pernah diasuhnya.
Mbah Moen menjelaskan bahwa dulu sekali, di desa-desa belum ada masjid dan masih banyak setan yang tampak.
"Belum ada masjid satu Kecamatan tidak ada masjidnya," ujar Mbah Moen dikutip Ayojakarta.com pada kanal YouTube ppalanwarsarang.
Mbah Moen bercerita bahwa zaman dulu semasa belum ada masjid, setan sering tampak misalnya Lampor, Kemamang, dan Genderuwo.
"Dulu itu menakutkan, ada Lampor, ada Kemamang. Setiap kamu ke sawah, pasti lihat Kemamang saking banyaknya. Setan semuanya tampak," ujar Mbah Moen.
"Ada Genderuwo, daerah Besuwo tempatnya Genderuwo," sambungnya.
Lalu, Mbah Moen berkata bahwa sekarang setiap desa sudah ada masjidnya, dan karena itu setan tidak ada, tidak tampak lagi.
"Sekarang tidak, setiap ada desa pasti ada masjidnya. Lantas apa yang terjadi? Setan tidak ada semua," ujar Mbah Moen.
Masjid sudah ada di mana-mana maka banyak adzan yang dikumandangkan, maka itu jadi sebab setan tidak menampakkan wujudnya lagi.
Baca Juga: Aktor Rudy Salam Tutup Usia, Sebelumnya Chris Salam Bermimpi Aneh, Adakah Firasat?
"Sekarang adzan sudah banyak, Genderuwo jadi hilang," kata Mbah Moen.
"Ketika sudah adzan dikumandangkan, setannya lari semua," lanjutnya.
Hal itu ternyata sudah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW yang dijelaskan oleh Mbah Moen bahwa setan akan lari ketika mendengar suara adzan.
"Sabda Kanjeng Nabi, (yakni) ketika setan mendengar suara adzan, maka dia akan lari terbirit-birit," ujar Mbah Moen.
Baca Juga: Gara-gara Hal Ini, Menkeu Sri Mulyani Didorong Maju Pilpres 2024, Warganet Antusias Setuju
Oleh karena sudah banyak masjid di pemukiman penduduk dan banyak adzan yang dikumandangkan, sehingga setan tidak ada lagi.
"Sekarang tidak ada lagi setan, Kemamang nggak ada, Lampor nggak ada," jelas Mbah Moen.
Selain itu, Mbah Moen juga menyampaikan hal lain yang lebih penting yakni dengan meyakini dan senantiasa mengingat Allah.
Mbah Moen pernah menceritakan kisahnya dikejar Lampor, pada saat itu ia bacakan surat Al-Ikhlas yang membahas Keesaan Allah maka barulah Lampor itu pergi.
Ulama itu berpesan bahwa orang akan selamat jika mengingat Allah dan tujuan apapun hanya kepada Allah.
"Saya pernah dikejar Lampor, saya bacakan Yasin masih mengejar terus, saya ganti baca Qulhu (surat Al Ikhlas), Qul huwallahu Ahad, Katakanlah Muhammad dialah Allah yang Maha Esa," jelas Mbah Moen.
"Orang akan selamat jika mengetahui satu, yaitu Gusti Allah. Tujuan apapun hanya kepada Allah jangan selain Allah. Akhirnya lampornya lari, lari menempel di pohon kelapa," sambungnya.
Mbah Moen mengingatkan, apapun dan bagaimanapun yang terjadi semuanya merupakan ketentuan dan atas kehendak Allah.
"Sekarang sama sekali tidak ada (setan). Itu semua ketentuan Allah," ujar Mbah Moen.***