AYOJAKARTA.COM - Hari kiamat merupakan akhir dari dunia dan seluruh perjalanan makhluk didalamnya.
Cepat atau lambat, hari kiamat adalah sesuatu yang pasti akan terjadi.
Namun mengenai kapan akan terjadinya hari kiamat, itu merupakan rahasia Allah SWT.
Baca Juga: Inilah 3 Golongan Manusia yang Membahayakan Dunia Menurut Mbah Moen, Ternyata Pengangguran Termasuk?
Tidak ada seorangpun yang mampu memprediksi apalagi menebak kapan hari kiamat akan terjadi.
Namun sebagai umat muslim, meyakini akan terjadinya hari kiamat adalah kewajiban.
Karena percaya dengan datangnya hari akhir atau kiamat merupakan salah satu rukun iman.
Baca Juga: Ingin Dicintai Allah? Ikuti Cara yang Dianjurkan Oleh Mbah Moen Berikut Ini, Sangat Mudah Dilakukan!
Mengenai hari akhir zaman atau hari kiamat ini juga pernah dijelaskan oleh almarhum Kyai Maimoen Zubair.
Kyai Maimoen Zubair atau lebih dikenal dengan sapaan Mbah Moen merupakan kyai kenamaan asal Rembang, Jawa Tengah.
Dikutip AyoJakarta.com dari laman Instagram @Ppalanwarsarang pada (26/11/20), Kyai Maimoen Zubair menuturkan jika dunia semakin berjalan ke arah barat itu tandanya kiamat semakin dekat.
“Jadi dunia ini mau kiamat karena dunia ini berjalannya ke arah barat hampir terbenam” ujar Kyai Maimoen Zubair.
Kendati demikian, Mbah Moen mengingatkan agar kita jangan sampai menjadi orang yang mempercepat terjadinya kiamat.
“Tapi kamu jangan mempercepat hari kiamat, kiamat ini perlambat sedikit” tutur Mbah Moen dalam salah satu dakwahnya semasa hidup.
Baca Juga: Mbah Moen Anjurkan Amalan Ini, Rezeki Berkah dan Melimpah akan Datang dengan Sendirinya!
Lalu bagaimana caranya? Mbah Moen mengatakan jika ingin menjadi umat yang tidak mempercepat datangnya hari kiamat hendaknya berikhtiar.
“Jadi orang kalau tidak mempercepat hari kiamat itu berarti mempunyai ikhtiar untuk menjadikan dunia tidak cepat kiamat itu” ungkap Mbah Moen.
Menurut Mbah Moen salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan untuk memperlambat datangnya kiamat adalah menjadi umat yang senantiasa ingat kepada Allah.
“Jika masih ada orang yang ingat Allah SWT” pungkas Mbah Moen.***