AYOOJAKARTA.COM - Bagi seseorang pasti memiliki hari yang bermakna dalam hidupnya.
Hari spesial atau hari yang memiliki makna khusus sudah pasti dimiliki oleh seseorang itu karena ada alasan khusus.
Biasanya hari tersebut berhubungan dengan peringatan sesuatu atau momen spesial.
Baca Juga: Mbah Moen Jamin Rezeki Berlimpah Jika Lakukan Amalan Mudah Sebelum Sholat Subuh, Hidup Makmur!
Namun ada juga seseorang yang selalu memiliki anggapan hari baik, sebaliknya ada juga hari yang selalu dianggap hari baik contohnya Jumat.
Bahkan seorang ulama besar seperti kyai Maimoen Zubair asal Rembang juga memiliki hari khusus.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Instagram Ppalanwarsarang pada (14/7/21), namun bukan hari Jumat, Mbah Moen justru memilih hari Selasa sebagai hari yang memiliki makna besar bagi beliau.
Baca Juga: Mbah Moen: Kita Tidak Boleh Mengharamkan Rokok, Begini Alasannya!
Mbah Moen memilih hari Selasa sebagai hari yang bermakna bukan tanpa alasan.
Menurut Mbah Moen hari Selasa merupakan hari dimana Allah menciptakan gunung.
“Pada hari Selasa itu Allah menciptakan gunung, gunung itu Allah yang menciptakan,” jelas Mbah Moen.
Baca Juga: Ingin Rezeki Lancar? Ikuti 5 Amalan dari Mbah Moen Ini, Praktekan Setiap Hari!
“Ulama itu ibarat gunung, kalian harus tahu! Faham ya?” imbuh beliau.
Semasa hidup, Mbah Moen juga menjelaskan alasan lain kenapa hari Selasa tersebut begitu istimewa bagi beliau.
Ternyata keluarga Mbah Moen kebanyakan wafat pada hari Selasa.
Baca Juga: Mbah Moen Mengingatkan, Jika Ingin Jadi Ulama Hendaknya Meneladani Sifat Nabi Secara Bertahap
“Sekarang malam Selasa kebetulan bapak saya wafat malam Selasa ketika matahari hampir tenggelam pada hari Selasa” ujar Mbah Moen.
Lebih lanjut Mbah Moen menuturkan, “Ibu saya juga wafatnya juga malam Selasa, kakek saya juga wafatnya Selasa dan buyut saya juga wafat Selasa”
Menurut Mbah Moen, para ulama juga banyak yang wafat pada hari Selasa.
Baca Juga: Nasihat Mbah Moen untuk Para Istri, Adanya Kebaikan Ternyata Datang dari Perempuan
“Para kyai banyak yang wafatnya Selasa
Makanya kalau malam Selasa saya liburkan, saya tidak berani. Faham ya?” jelas Mbah Moen.
“Sampai guru-guru ke bapak saya, guru kakek saya. Itu kalau wafat hari apa? Selasa” imbuh beliau.
Baca Juga: Gus Baha Murid Mbah Moen Menjelaskan Larangan Islam Perihal Anak Angkat
“Tapi keluarga saya itu wafatnya Selasa
Makanya, semestinya haul yang kemarin itu saya undur jadi malam Selasa faham ya?” pungkas Mbah Moen.***