Khazanah

Biografi Bung Tomo, Sang Pembakar Semangat Juang Arek-arek Surabaya

Oleh: Ardiany Fitri Sholekah Senin 07 Nov 2022, 15:40 WIB
Biografi Bung Tomo, Sang Pembakar Semangat Juang Arek-arek Surabaya

AYOJAKARTA.COM - Bung Tomo dikenal sebagai Pahlawan Nasional yang memberikan semangat lewat pidatonya yang berapi-api.

Berikut ini biografi singkat Bung Tomo yang dihimpun AyoJakarta.com dari berbagai sumber pada Senin (7/11/2022).

Bung Tomo atau Soetomo lahir pada tanggal 3 Oktober 1920 di Surabaya.

Ia merupakan anak dari Kartawan Tjiptowidjojo dan Subasita.

Baca Juga: Merinding! Ini Pidato Asli Bung Tomo Saat Pertempuran Surabaya yang Dikenal Sebagai Hari Pahlawan 10 November

Ayah Bung Tomo pernah bekerja menjadi pegawai di pemerintahan, menjadi staf pribadi di sebuah perusahaan swasta, menjadi pegawai pajak di kantor pemerintahan, dan pernah bekerja pada kantor ekspor impor milik Belanda.

Sementara sang ibu memiliki campuran darah Sunda, Madura dan Jawa Tengah.

Ia lahir dari keluarga yang berhasil mendistribusikan mesin jahit merek Singer di Surabaya.

Bung Tomo mengawali pendidikannya di Hollandsch Inlandsche School (HIS) di Surabaya atau setara dengan Sekolah Rakyat.

Setelah itu, Bung Tomo melanjutkan pendidikan ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) namun berhenti pada usia 12 tahun.

Baca Juga: Ini Pesan Putra Bung Tomo kepada Kaum Muda Menjelang Hari Pahlawan

Dikutip AyoJakarta.com dari suara.com, Bung Tomo merupakan simbol pertempuran 10 November lewat peran dan pidatonya.

Bung Tomo merupakan seorang jurnalis saat pertempuran 10 November terjadi.

Pada saat pertempuran terjadi, para pemuda yang bekerja di Radio Jepang mengambil alih radio, tidak lama setelah proklamasi Kemerdekaan RI.

Salah satu kelompok pemuda adalah PPRI (Pimpinan Pemberontakan Rakyat Indonesia) pimpinan Bung Tomo.

Baca Juga: Peringatan Hari Pahlawan Sudah Dimulai, Surabaya Mengawali dengan Parade Surabaya Juang

PPRI menyiarkan pemberontakan Bung Tomo “toentoetan kita, rakjat Indonesia, teroetama oentoek melaksanakan Perdamaian Doenia, jang kini sedang diganggoe oleh N.I.C.A dan komplotnja”.

Pidato dari Bung Tomo mampu membakar semangat rakyat Indonesia yang pada saat itu di serang habis-habisan oleh tentara NICA.

Selain itu melalui siaran udara, pidato pemberontakan Bung Tomo terdengar sampai Thailand dan Australia.

Perhatian dunia pun tertuju pada Indonesia, hal inilah yang membuat dunia internasional mengirimkan berbagai bantuan.***

Reporter Ardiany Fitri Sholekah
Editor Fathul Amanah